Makanan Khas Solo Yang Enak dan Wajib Kamu Coba

Solo, kota di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Yogyakarta ini terkenal sebagai kota budaya. Keraton Surakarta menjadi salah satu ikon yang menunjukkan bahwa Solo masih kental dengan budaya dan sistem kekeratoannya. Tapi tak hanya soal budaya berupa adat ataupun peninggalan bangunan, Solo juga kaya akan kuliner khas.

Menjadi tidak lengkap jika menyambangi Solo tapi tidak mencicipi keanekaragaman makanan khas yang ada disana. Beruntung, masih banyak pedagang yang menjual makanan-makanan khas ini, dari yang menjualnya di pasar tradisional hingga di restoran mewah. Apa saja makanan khas Solo yang akan menggugah selera tersebut?

1. Nasi Liwet Solo

Nasi Liwet Solo
Nasi Liwet Solo – Photo via food.detik.com

Siapa tak kenal Nasi Liwet. Makanan khas Solo ini sudah sangat dikenal seantero negeri. Hidangannya sangat Indonesia karena terdiri dari nasi gurih atau sejenis nasi uduk, dengan aneka lauk seperti daging ayam, telur, tempe, tahu bacem, areh atau semcam bubur gurih dari kelapa, serta sayuran terutama sayur labu.

Hal yang menjadi ciri khas ketika hidangan nasi dan lauk ini disebut liwet adalah alas daun pisangnya. Tampilannya yang sederhana dan sangat tradisional, menjadikan Liwet seperti makanan rakyat. Penjualnya pun bisa ditemui di warung-warung tenda pinggir jalan.

2. Selat Solo

Selat Solo
Selat Solo – Photo via instagram endangherawati2008

Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata selat? Laut diantara dua pulau? Ya, itu benar. Tapi selat yang satu ini berbeda karena merupakan nama makanan. Jika diulik lebih teliti, nama selat mirip dengan sebutan Salad, santapan berupa aneka sayuran yang dicampur bumbu seperti mayonaise khas orang-orang Barat.

Ternyata, sejarahnya memang makanan ini adalah modifikasi dari salad yang dikenal warga Solo saat zaman penjajahan Belanda. Karena cita rasa Salad tidak cocok dengan lidah lokal, maka dirombaklah menjadi makanan yang dikenal dengan nama Selat Solo ini.

Meskipun berakar dari hidangan Salad, Selat Solo terbilang berbeda karena isiannya tidak hanya sayuran seperti buncis, selada, mentimun, kol, wortel, dan kentang, tetapi juga dicampur irisan daging dan telur kecap . Lebih berbeda lagi karena Selat Solo disiram dengan kuah sehingga tampilannya lebih menyerupai sup.

3. Timlo

Timlo Solo
Timlo – Photo via konsumenreview.com

Timlo adalah makanan khas Solo yang mirip dengan soto. Isiannya cukup beragam seperti daging ayam, ati ampela, telur pindang, bihun, wortel, jamur kuping, dan sosis solo. Sosis solo bukanlah seperti sosis daging umumnya melainkan berupa suwiran ayam yang dibalut dengan kulit lumpia lalu digoreng. Timlo akan semakin nikmat jika dimakan dengan nasi hangat.

4. Tahu Kupat

Tahu Kupat
Tahu Kupat – Photo Via Solofoodgram

Seperti namanya, tahu kupat adalah hidangan berisi tahu dan ketupat. Namun juga diisi dengan elemen lain yaitu mie basah, tauge, dan potongan bakwan. Lalu, dihidangkan dengan bumbu kuah kecap dan taburan kacang goreng. Jika ingin lebih menarik, biasanya banyak juga yang memesan Tahu Kupat dengan toping tambahan yaitu telur dadar. Hidangan akan semakin nikmat dengan pelengkap berupa kerupuk. Bagi pecinta pedas, cukup menambahkan sambal lebih banyak.

5. Tengkleng

Tengkleng
Tengkleng – Photo via duabelibis.co.id

Bagi pecinta gulai daging tentu akan sangat menikmati hidangan bernama Tengkleng ini. Tengkleng adalah makanan berupa daging yang masih menempel di tulang-belulang dan diberi kuah gulai yang kental dan berbumbu khas. Biasanya, akan ditambahkan juga jeroan kambing, pipi, kuping, dan lainnya yang bisa disesuaikan dengan selera.

Di Solo, penjual Tengkleng masih cukup banyak namun ada beberapa yang cukup legendaris, salah satunya Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Sajiannya spesial karena berupa kepala kambing lengkap dengan kuahnya yang bercita rasa gurih dan pedas.

6. Serabi Solo

Serabi Solo
Serabi Solo – Photo via diaryhijaber.com

Serabi Solo menjadi salah satu makanan khas Solo yang cocok dijadikan deserts atau cemilan. Berbahan dasar tepung beras dan santan yang dicampur, adonan lalu dituang ke cetakan kecil untuk dibakar. Secara tradisional biasanya menggunakan tungku dengan wadah tanah liat.

Seiring perkembangan zaman, Serabi kini sudah divariasikan dengan aneka toping dari mulai pisang, meses, jagung, hingga keju. Rasanya yang gurih dan sangat otentik menjadikan Serabi memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan meskipun tidak bertahan terlalu lama, Serabi juga kerap dijadikan buah tangan. Penjualnya pun masih cukup banyak di Solo.

7. Sate Buntel

Sate Buntel
Sate Buntel – Photo via traveltodayindonesia.com

Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Buntel berupa cincangan daging kambing yang dibungkus dengan lapisan lemak tipis lalu dililitkan pada tusuk sate dan dibakar. Lemak pembungkus pada sate adalah ciri tersendiri dari Sate Buntel karena aroma bakarannya yang khas. Sate Buntel akan disajikan bersama bumbu kecap, irisan bawang merah, cabai rawit, jeruk nipis, dan potongan tomat.

Begitu spesialnya cita rasa Sate Buntel ternyata berhasil mencuri perhatian Presiden Soeharto dan Presiden Jokowi. Kedua presiden ini kabarnya menjadi penikmat setia Sate Buntel. Tak heran jika akhirnya Sate Buntel menjadi salah satu kuliner khas Solo yang semakin dikenal.

8. Brambang Asem

Brambang Asem
Brambang Asem – Photo Via TripCanvas

Brambang Asem adalah salah satu makanan khas solo yang sangat otentik. Terbuat dari daun ubi jalar rebus, kekhasan dari Brambang Solo adalah dari bumbu sambalnya. Bumbu sambal Brambang Solo dibuat dari campuran cabe rawit, asam jawa, terasi, gula merah, garam, dan bawang merah atau brambang. Rasanya yang asam, manis, dan pedas menjadikan cita rasanya sangat menggoda selera.

Biasanya, Brambang Asem juga disaikan dengan tempe gembus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu. Brambang Asem bisa dimakan langsung atau bisa juga dijadikan lauk ketika makan nasi layaknya pecel.

9. Gudeg Solo

Gudeg Solo
Gudeg Solo – Photo Via Kyirfano

Gudeg mungkin identik dengan makanan Jogja. Tapi, ternyata di Solo juga ada Gudeg khasnya sendiri. Warna Gudeg Solo tidak sepekat Gudeg Jogja, kuahnya juga lebih banyak. Rasanya Gudeg Solo juga tidak terlalu manis dan ada sentuhan rasa gurihya. Dari segi isian, selain nasi, krecek, telur, dan ayam, Gudeg Solo biasanya menggunakan Ceker, daun singkong, atau Kacang Tholo. Beberapa tempat bahkan juga menyajikannya dengan bubur lembut seperti bubur sumsum.

Cita rasa yang lebih gurih dan berkuah, menjadikan Gudeg Solo sebagai alternatif berbeda bagi pecinta gudeg, terutama yang tidak begitu suka masakan manis. Kenikmatan makanan khas ini juga tidak begitu sulit dijumpai karena masih banyak penjualnya di berbagai sisi Kota Sola.

10. Pecel Ndeso

Pecel Ndeso
Pecel Ndeso – Photo via kostisolo.co.id

Berbeda dengan pecel sayur di daerah lain, Pecel Ndeso khas Solo memiliki khas dari kuahnya yaitu dari sambal wijen. Sambal Pecel Ndeso memiliki warna hitam yang lebih pekat dibanding kuah sambal kacang karena menggunakan wijen hitam. Rasanya gurih, manis, dan sedikit pedas.

Hal yang juga menjadi keunikan Pecel Ndeso Solo adalah menggunakan nasi merah. Nasi merah yang dianggap lebih sehat tentu sangat cocok bagi anda yang sedang diet. Apalagi dengan aneka sayuran segarnya, seperti daun pepaya, kecambah, kembang turi, dan jantung pisang, memakan Pecel Ndeso akan membuat tubuh terasa lebih sehat. Selain itu, kerupuk kacang tanah menjadi pelengkap yang siap membuat sensasi memakan Pecel Ndeso lebih nikmat.

11. Soto Kwali

Soto Kwali
Soto Kwali – Photo via lifestyle.sindonews.com

Berbagai jenis soto tersebar hampir di semua daerah di Indonesia, tak terkecuali Solo. Kota ini mempunyai soto khas yang biasa disebut Soto Kwali. Seperti namanya, Soto Kwali dibuat di dalam kwali atau wadah bejana untuk memasak yang terbuat dari tanah liat sehingga memiliki aroma yang khas.

Soto kwali bercirikan kuah yang bening dengan cita rasa khas rempah indonesia. Isiannya adalah potongan daging sapi yang biasanya dari bagian sengkel. Bagian ini didmoniasi otot namun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga teksturnya akan khas. Dari daging ini juga, rasa kuah menjadi lebih gurih. Disajikan dengan tauge dan daun seledri, rasa Soto Kwali akan semakin segar jika ditambah jeruk nipis dan bisa disesuaikan pedasnya dari sambal cabai yang disediakan terpisah.

12. Cabuk Rambak

Cabuk Rambak
Cabuk Rambak – Photo Via Semiawantheo

Makanan ringan khas Solo ini sudah cukup jarang di temui. Cabuk adalah saus wijen yang dibuat dari wijen sangrai bersama kelapa muda parut. Kemudian ditambah bumbu halus seperti bawang putih, kemiri, kencur, lada bubuk, gula, gara,, dan daun jeruk purut. Semuanya dimasak dengan ditambah air hingga mengental dan menjadi saos. Sedangkan Rambak pada awalnya adalah kerupuk kulit sapi atau kerbau. Tetapi karena lebih mahal dan jarang, Rambak sekarang lebih banyak menggunakan kerupuk nasi.

Jadi, Cabuk Rambak merupakan hidangan berupa kerupuk rambak yang disiram saus wijen. Namun selain itu, diberi juga tambahan lontong agar hidangan lebih berisi. Cabuk Rambak akan disajikan di atas daun pisang dan dimakan menggunakan lidi dengan cara ditusuk. Memang tampak sederhana namun cita rasanya cukup menggiurkan.

13. Lenjongan

Lenjongan
Lenjongan – Photo Via Thoryc.id_

Berbagai makanan ringan atau jajanan juga banyak dijumpai di Solo terutama di pasar tradisional. Lenjongan menjadi salah satu jajanan pasar yang masih bisa dijumpai meskipun sudah sangat jarang. Makanan khas bercita rasa manis ini adalah kolaborasi dari berbagai makanan khas lain yaitu tiwul (tepung singkong), ketan hitam, ketan putih, gethuk, sawut (singkong parut), cenil, dan klepon. Semuanya dijadikan satu dan disajikan dengan ditaburi kelapa parut. Dibungkus dengan daun pisang, harga seporsi Lenjongan masih relatif murah yaitu sekitar Rp4.000-Rp5.000 per bungkus.

14. Roti Kecik

Roti Kecik
Roti Kecik – Photo via masakandapur.com

Makanan berupa roti ini sebenarnya adalah produk dari salah satu toko roti legendaris di Solo yaitu Toko Roti Ganep. Namun karena tokonya sudah sangat melegenda yaitu berdiri sejak 1881, roti ini pun menjadi salah satu roti khas yang kerap dijadikan oleh-oleh.

Roti Kecik sendiri adalah roti kering yang berukuran kecil, hanya sebesar jari anak-anak. Bahan utamanya berupa tepung ketan yang disangrai. Tambahan kayu manis dan rempah menjadikan cita rasa dan aroma Roti Kecik sangat berbeda dengan roti-roti lainnya.

15. Soto Gading

Soto Gading
Soto Gading – Photo Via Prastiwi_n

Soto Gading sebenarnya adalah nama rumah makan soto di kawasan Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Solo. Namun nama Soto Gading menjadi begitu terkenal dan dianggap sebagai makanan khas dari Solo karena sudah sangat melegenda dan diburu para wisatawan dari luar kota. Semakin terkenal lagi karena Soto Gading menjadi salah satu makanan kegemaran Presiden Jokowi. Mantan presiden lain seperti BJ Habibie, Megawati, Gusdur, dan SBY juga pernah datang ke Warung Soto ini dan merasakan langsung cita rasanya.

Secara tampilan, Soto Gading hampir sama dengan soto-soto lainya yaitu berisi daging, sayur, dan mie putih. Keunggulannya adalah dari rasa kuah beningnya. Rasa kaldu ayam dengan aneka rempah lain terasa sangat kuat namun nikmat. Sebagai pelengkap, pengunjung juga bisa menambahkan lauk lain seperti tempe, tahu, empal, sate kerang, perkedel, jeroan, dan banyak lainnya.

16. Tahok

Tahok
Tahok – Photo Via Thoryc.id_

Meskipun berakar dari kuliner Tionghoa, Tahok atau ditempat lain dikenal dengan nama Kembang Tahu, menjadi salah satu kuliner khas Solo yang sangat terkenal. Tekstur kembang tahunya yang lembut seperti puding, dan diberi kuah herbal campuran dari gula merah, daun sereh, dan jahe, menjadikan Tahok sangat segar dimakan kapan saja.

Kandungan kuahnya yang berupa jahe dan bahan kembang tahunya yang dari kedelai, menjadikan Tahok dipercaya baik untuk kesehatan. Menurunkan kadar kolesterol, menurunkan berat badan, menunda menopouse, hingga mencegah kanker prostat adalah sebagian manfaat yang dipercaya dari pengkonsumsian Tahok secara rutin.

17. Sambal Tumpang

Sambal Tumpang
Sambal Tumpang – Photo via http://style.tribunnews.com

Sambal Tumpang adalah kuliner khas Solo yang cocok dijadikan lauk untuk makan bersama nasi. Hidangan ini juga cukup unik karena dibuat dari tempe yang hampir busuk. Ya, Sambal Tumpang menggunakan tempe hampir busuk atau sudah sangat matang dan dicampur juga dengan tempe yang masih bagus.

Pengolahannya cukup sederhana dimana tempe di potong kotak lalu direbus dengan cabe dan bawang,. Lalu dimasak dengan cabek halus, santan, daun jeruk, gula pasir, garam, dan penyedap. Setelah masak, ditambahkan dengan tahu kulit dan bisa juga ditambah petai jika diinginkan. Rasanya sangat khas, meskipun tempe yang digunakan adalah tempe hamir busuk, tetapi rasa dan baunya akan tertutupi dengan daun jeruk yang digunakan.

18. Sosis Solo

Sosis Solo
Sosis Solo – Photo via gen22.net

Solo juga memiliki sosis tradisionalnya, loh!. Sosis Solo berbeda dengan sosis daging yang biasa dikenal karena sosis ini berupa daging sapi atau daging ayamn yang digiling lalu kemudian dibungkus dengan sejenis kulit lumpiah. Biasanya ada dua jenis Sosis Solo yaitu Sosis Solo Basah yang dikukus dan Sosis Solo Kering yang digoreng. Sosis Solo sangat cocok dijadikan hidangan cemilan dan tak jarang dijadikan oleh-oleh khas.

19. Es Gempol Pleret

Es Gempol Pleret
Es Gempol Pleret – Photo via Amuratensolo.blogspot.co.id

Es Gempol Pleret menjadi salah satu hidangan khas Solo yang mulai langka keberadaannya. Terbuat dari tepung beras, Es Gempol Pleret akan memberikan sensasi kenyal dalam setiap gigitannya. Meskipun tampak sederhana, tetapi ternyata untuk membuat Gempol dan pleretnya sendiri tidak sesederhana itu.

Beras harus direndam selama empat jam dahulu sebelum digiling menjadi tepung. Adonan lalu dberi air daun pandan dan dikepal bulat seukuran bola tenis untuk kemudian dikukus. Air kukusannya sendiri bahkan juga menggunakan air pandan sehingga aromanya bisa masuk ke adonan. Setelah itu, proses masih berlangsung dimana adonan yang sudah matang dipotong menjadi bola kecil-kecil untuk kemudian dikukus kembali. Hampir mirip, pembuatan pleret juga dilakukan serupa namun adonan tepungnya diberi air gula jawa dan dicetak dengan daun pisang.

Es Gempol Pleret  biasanya diberi tambahan cendol dawet sehingga sering juga disebut Es Dawet Gempol Pleret. Kuahnya bercita rasa manis dan beraroma pandan dan tentu saja diberi batu es sehingga kesegarannya akan sangat melegakan tenggorokan.

20. Bakso Solo

Bakso Solo
Bakso Solo – Photo via goodindonesianfood.com

Bakso memang menjadi makanan yang banyak dijumpai di seluruh Indonesia. Tapi bagi banyak wisatawan yang datang ke Solo, Bakso menjadi salah satu makanan yang paling diburu karena Solo memiliki Bakso khasnya sendiri. Secara tampilan, memang hampir tak ada bedanya antara bakso solo dan bakso lainnya. Tapi, Bakso Solo memiliki rasa yang cukup khas dari kuah kaldu dagingnya yang cenderung keruh dan kaya bumbu. Selain itu, baksonya sendiri terkenal memiliki tekstur kenyal dan daging yang berasa.

Leave a Comment