Nikmatnya Makanan Khas Riau yang Wajib Dicoba

Riau adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sangat kental dengan budaya Melayu-nya. Melayu Riau juga menjadi salah satu suku yang eksis di tengah globalisasi yang begitu masif. Terbukti dengan nilai-nilai budaya Malayu Riau yang masih bisa ditemui, tak hanya di Riau sendiri tapi juga di seluruh Indonesia.

Jika membicarakan soal budaya Malayu, maka tak bisa pula dipisahkan dengan kuliner khasnya. Makanan khas Riau sangat beragam lantaran asimilasi budaya yang ada disana juga sangat tinggi. Beberapa mungkin sudah kalian kenal, tapi ada juga beberapa hidangan yang tidak begitu populer. Apa saja makanan khas Riau tersebut? Berikut 20 diantaranya.

Makanan Khas Riau

1. Gulai Ikan Patin

Gulai Ikan Patin
Gulai patin via prfmnews.com

Di perairan sungai terutama Sumatera, Ikan Patin menjadi salah satu sumber daya hewani yang banyak dijumpai. Tak heran jika banyak olahan Ikan Patin di daerah-daerah Sumatera termasuk Riau. Gulai Ikan Patin menjadi salah satu contoh olahan tersebut.

Gulai Ikan Patin adalah makanan khas Riau yang berbahan dasar Ikan Patin dengan kuah kuning. Kuah yang digunakan adalah hasil rebusan ikan ditambah dengan aneka rempah. Oleh karena itu, cita rasanya menjadi sangat kaya terutama yang paling menonjol adalah rasa pedas asam. Rasa ini juga menjadikan ikan tidak beraroma atau berasa amis sehingga nyaman dikonsumsi.

Gulai ikan patin sangat cocok dimakan selagi masih hangat bersama nasi panas.  Lauk lain juga bisa menjadi pendamping seperti daun ubi rebus. Biasanya, makanan ini dikonsumsi untuk makan siang atau makan malam. Menemukan restoran yang menjual menu Gulai Ikan Patin juga tidak sulit karena banyak yang menjadikannya sebagai menu andalan.

2. Ikan Selais Asap

ikan selais asap
ikan selais asap via lifestyle.okezone.com

Makanan khas Riau ini sangat populer di sana. Ikan Selais sendiri merupakan ikan perairan tawar yang banyak dijumpai di Riau sehingga sangat akrab bagi warga setempat. Ikan Selais diolah dengan cara di asap selama setidaknya delapan jam sehingga aroma asap masih sangat kuat. Dengan pengasapan ini pula, ikan menjadi lebih awet atau tahan lama. Tekstur ikan juga menjadi lebih renyah untuk disantap.

Penjual ikan selais asap banyak dijumpai di pinggir jalan termasuk di jalan antar kota antar provinsi. Hla tersebut lantaran ikan ini biasa pula dijadikan oleh-oleh. Untuk cara konsumsinya, bisa langsung dimakan dengan nasi panas atau bisa juga diolah kembali. Pengolahannya sesuai selera masing-masing, ada yang ditambah bumbu dan digoreng, ada pula yang menjadikannya pindang atau gulai, atau bisa juga ditambahkan sambal yang pedas.

3. Asam Pedas Ikan Baung

Asam pedas baung
Asam pedas baung via eljonhnews.com

Masih dengan olahan ikan sungai, makanan khas Riau bernama Asam Pedas Ikan Baung ini patut menjadi salah satu yang dicoba ketika berada di Riau. Makanan yang dipercaya lahir dari orang-orang Melayu Sumatera ini memiliki kekhasan dari cita rasa asam pedasnya. Kuah berasa asam pedas di dapat dari penggunaan asam kandis dan cabai. Sedangkan bumbu lainnya adalah seperti bawang merah dan putih, jahe, kunyit, lengkuas, dan serai.

Ikan Baung sendiri memiliki kekhasan dari tekstur dagingnya yang lembut namun padat. Keunggulan lain ialah ikan ini tidak memiliki duri halus sehingga nyaman untuk dimakan. Di berbagai restoran tradisional, menu Asam Pedas Ikan Baung masih bisa dijumpai salah satunya yang ada di sekitaran Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

4. Mieso

Mieso
Mieso via cookpad

Bagi yang pernah ke Riau, mungkin cukup sering melihat kedai penjual Mieso. Mieso adalah makanan berupa mie kuning, mie putih, suwiran ayam, tahu kering, kuliy ayam, dan potongan tulang ayam. Bahan ini lalu disiram kuah kaldu bening sehingga tampilannya mirip dengan soto.

5. Mie Lendir

Mie Lendir
Mie Lendir via resepnusantara.com

Namanya mungkin terdengar menjijikan, namun makanan khas Riau ini nyatanya nikmat dan memiliki banyak penggemar. Dinamakan Mie Lendir lantaran kuah untuk mienya sangat kental alias menyerupai lendir. Hal tersebut terjadi karena kuah mie ini menggunakan campuran ubi, kacang tanah, dan bumbu rempah lainnya.

Mie yang digunakan pada Mie Lendir adalah mie kuning. Untuk di sajikan, mie yang sudah diberi kuah lalu diberi tauge rebus dan ditaburi dengan daun bawang yang sudah dipotong halus sebagai pemercantik tampilan. Bawang goreng juga diberi untuk menambah cita rasa dan aroma. Tak ketinggalan, telur rebus juga bisa dipilih sebagai pelengkap. Biasanya Mie Lendir dimakan untuk sarapan.

6. Lakse Kuah

Lakse kuah
Lakse kuah via riauberbagi.blogspot.com

Laksa terbilang salah satu makanan khas Melayu yang juga bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Laksa adalah hidangan yang biasa disajikan untuk sarapan pagi. Berupa mie yang terbuat dari tepung sagu dan diberi kuah putih. Kuah Laksa adalah kuah santan yang diberi aneka rempah seperti ketumbar dan adas sehingga tidak membuat eneg.

Lakse Kuah Riau juga menggunakan olahan ikan laut segar. Biasanya adalah jenis ikan tongkol atau bisa juga ikan teri yang ditumbuk dahulu hingga halus. Cita rasa ikan inilah yang menjadikan Laksa lebih berasa kaya.

7. Mie Siantan

Mie siantan
Mie siantan via riaumagz

Masih tentang olahan Mie, ternyata Riau juga kaya dengan makanan khas mie ini. Mie Siantan atau dikenal juga dengan sebutan Mie Terempa adalah olahan mie dari tepung terigu yang memiliki bentuk pipih seperti kwetiau. Mie ini dicampung dengan udang, tauge, telur, dan tambahan bumbu rempah serta kecap dan cabai rawit. Seperti kebanyakan mie, Mie Siantan juga bisa disajikan dalam bentuk kuah ataupun goreng.

8. Mie Sagu

Mie sagu
Mie sagu via pekanbaru tribunnews

Seperti namanya, Mie Sagu khas Riau ini memang berbahan dasar sagu untuk mienya. Keunikan bahan mie inilah yang menjadikan Mie Sagu memiliki tekstur yang khas dan lebih kenyal. Bahkan bagi kesehatan, Mie Sagu dipercaya lebih baik karena kandungan gulanya lebih rendah dibanding mie dari tepung terigu.

Mie Sagu memiliki tampilan yang kaya karena dicampur dengan aneka bahan. Mie yang sudah direbus lalu dimasak dengan bahan tambahan seperti ikan teri sambal goreng, tauge rebus, daun kucai, potongan wortel, dan cabai rawit. Tambahan bumbu halus dan kecap membuat tampilan Mie Sagu terlihat lebih gelap.

9. Nasi Lemak

Nasi Lemak
Nasi Lemak via onlineresep

Pengaruh budaya Melayu tentu sangat terlihat dari makanan khas Riau satu ini. Nasi Lemak yang gurih ini biasanya disantap untuk sarapan. Rasa nasinya yang gurih karena dalam proses penanakannya menggunakan santan. Daun pandan juga biasa ditambahkan untuk memberi aroma harum khas saat nasi dihidangkan.

Aneka lauk yang dipakai dalam Nasi Lemak juga terbilang khas. Lauk utama yang biasanya ada di Nasi Lemak adalah teri goreng, kacang tanah goreng, sambal, telur rebus, dan irisan mentimun. Bawang goreng juga ditaburkan diatas nasi sebagai penambah aroma dan rasa Nasi Lemak itu sendiri.

10. Sop Tunjang

Resep Sup Tunjang
Resep Sup Tunjang via fooddetik

Kesegaran dari makanan khas Riau satu ini bisa menjadi pilihan untuk lauk makan baik siang hari saat panas atau malam hari saat cuaca dingin. Sop Tunjang adalah makanan kuah yang terbuat dari tulang sapi, biasanya dari bagian kaki sapi. Tentunya, tulang yang dimaksud adalah tulang yang masih meninggalkan daging menempel di permukaannya. Tulang ini direndam dahulu dengan rempah sehingga akan memiliki cita rasa yang menyerap.

Tulang kemudian direbus di kuah kaldu yang juga sudah diberi bumbu rempah. Irisan wortel, daun bawang, kentang, dan tomat juga ditambahkan ketika sudah siap dihidangkan untuk menambah kaya isian sop. Biasanya juga dalam seportis Sop Tunjang ada tulang yang paling besar sehingga masih bisa menikmati sumsum di dalamnya.

11. Cincalok

Cincalok
Cincalok via phinemo

Kalian yang tidak berasal dari Riau, mungkin akan penasaran dengan makanan bernama Cincalok ini. Ya, namanya terbilang asing dan tak biasa. Cincalok ternyata adalah makanan yang terbuat dari udang kecil yang difermentasi dengan bsntuan mikroba yang tergolong kelompok bakteri asam laktat.

Untuk membuat Cincalok, udang kecil harus dibersihkan dahulu namun menggunakan air laut atau air garam. Setelahnya, udang dicampur dengan garam. Campuran udang dan garam inilah yang didiamkan pada wadah tembikar dan ditutup dengan kain selama 1 bulan hingga akahirnya siap dikonsumsi.

Cincalok akan dijadikan bahan pelengkap menu lain untuk disantap bersama nasi sebagai lauk. Biasanya, akan dicampur dengan sambal atau ikan asin sehingga cita rasanya semakin kuat. Sebagai oleh-oleh, Cincalok sangat mungkin dijadikan pilihan.

12. Gulai Belacan

Gulai belacan
Gulai belacan via resepnusantara

Melihat makanan satu ini dijamin akan membuat ngiler. Hal tersebut lantaran makanan khas Riau bernama Gulai Belacan ini terbuat dari udang yang cukup besar dan diberi kuah gulai. Melihat tampilannya saja sudah bisa terbayang betapa nikmatnya makanan ini. Apalagi jika dimakan sebagai lauk bersama nasi panas.

Udang yang digunakan bisa menggunakan udang sungai ataupun udah laut. Biasanya yang digunakan adalah udang yang ukurannya cukup besar. Udang lalu dibersihkan dan dimasak bersama gulai. Kuah Gulai Belacan menggunakan campuran berbagai rempah seperti kemiri, lada, dan asam jawa. Potongan cabai rawit juga ditambahkan sehingga rasa pedas bisa lebih terasa.

13. Bacah Daging

Bacah daging
Bacah daging via blog.nuhun.online

Bacah Daging bisa dikatakan rendangnya orang Riau. Makanan khas Riau ini memang mirip dengan rendang dari olahan sampai tampilan. Bacah Daging menggunakan daging sapi yang diolah dengan bumbu yang tak jauh berbeda dengan rendang. Cita rasanya juga gurih dengan sedikit sensasi rasa pedas dan manis.

Jika Rendang bisa ditemui kapan saja, maka berbeda dengan Bacah Daging. Makanan ini biasanya hanya disajikan untuk hari lebaran. Bisa dikatakan menu wajib layaknya opor bagi orang Jakarta. Memakannya juga bukan dengan nasi melainkan dengan lontong atau ketupat.

14. Ikan Cuka

Ikan Cuka
Ikan Cuka via masakandapurku

Riau dengan banyaknya aliran sungai menjadikan olahan ikan sangat banyak di provinsi tersebut. Ikan Cuka menjadi salah satu yang bisa dipilih untuk merasakan cita rasa otentik dari Riau. Ikan yang dipakai untuk makanan ini biasanya adalah ikan tenggiri.

Dinamakan Ikan Cuka lantaran ikan diolah dengan diberi cuka sebagai kuahnya. Kuah cuka tersebut terdiri dari bahan-bahan seperti cabai giling, irisan cabai merah, pala, lada, daun jeruk, jehe, serai, garam, dan gula. Cita rasanya yang segar menjadikan Ikan Cuka cocok dimakan untuk makan siang ataupun malam.

15. Gulai Cipuik

Gulai Cipuik
Gulai Cipuik via makananoleholeh.com

Cipuik adalah bahasa Riau yang artinya siput. Jadi Gulai Cipuik adalah gulai siput. Ya, makanan khas Riau ini memang cukup berbeda dari makanan riau pada umumnya karena menggunakan bahan utama berupa siput. Ini juga nampaknya karena daerah Riau yang banyak aliran sungai dan rawa sehingga banyak dijumpai siput.

Sebelum dimasak, Siput memang butuh pengolahan khusus. Pembersihannya harus benar-benar bersih agar tidak meninggalkan amis dan lendir yang masih menempel di tubuhnya. Siput yang diolah tetap dibiarkan di dalam cangkangnya untuk kemudian di rebus bersama kuah santan dan bumbu rempah. Tambahan cabai juga dimasukkan sehingga ada sensasi pedas.

16. Kue Asidah

Kua Asidah
Kua Asidah via bobo.grid.id

Kue Asidah adalah kudapan yang terpengaruh budaya Arab. Makanan ini berupa kue basah yang terbuat dari tepung dan bahan lain seperti pandan, cengkeh, dan kayu manis sebagai perasa alami. Bentuk Kue Asidah sangat khas karena dicetak dalam wadah berbentuk daun atau bunga. Hal lain yang juga unik adalah Kue Asidah ditaburi bawang goreng dalam penyajiannya. Hal tersebut menjadikan aroma kue lebih khas.

17. Lopek Bugi

Lopek Bugi
Lopek Bugi via Kelana Riau

Nama Lopek Bugi mungkin bagi sebagian orang tidak begitu familiar. Tapi bagaimana jika disebut Lepat Ketan? Ya, Lepat Ketan sama dengan Lopek Bugi yang sebenarnya berasal dari Riau teptanya dari Kabupaten Kampar. Sejarahnya, Lopek Bugi adalah makanan bangsawan, tetapi saat ini siapa saja bisa menikmatinya.

Lopek Bugi dibuat dari ketan yang diberi santan lalu di bungkus daun pisang. Adonan ini lalu dikukus hingga matang dan siap disajikan. Lopek Bugi cukup mudah dijumpai di penjual jajanan pinggir jalan karena kerap dijadikan makanan ringan atau cemilan.

18. Roti Jala

kue jala
kue jala via zallatra

Roti Jala memang adalah kudapan yang sangat kental dengan budaya Melayu dan Arab. Terbuat dari bahan dasar berupa tepung terigu, Roti Jala seperti namanya berbentuk seperti jala. Roti Jala akan disajikan bersama kari daging. Cara makannya bisa dengan mencocol roti ke kari atau menyiramkan langsung kuah karinya ke roti. Tetapi tak hanya kari daging, di Riau pendamping Roti Jala juga bisa memakai saus durian. Cita rasanya tentu akan sangat berbeda karena jika memakai kari akan berasa gurih, namun ketika memakai durian cita rasanya cocok bagi pecinta manis.

19. Bolu Kemojo

Bolu Kemojo
Bolu Kemojo via terasriau

Kue bolu khas Riau satu ini sangat dikenal oleh warga setempat sebagai salah satu kue wajib saat hari besar atau hajatan. Tetapi, saat hari biasa juga bisa menemukan Bolu Kemojo ini di pusat oleh-oleh. Kue in diberi nama kemojo karena bentuk cetakan kue  mirip dengan bunga Kamboja.

Bahan dasar pembuatan kue adalah tepung terigu, telu, gula pasir, dan mentega. Kemudian bahan dicampur dan ditambah dengan santan serta labu kuning. Tambahan pewarna alami berupa daun pandan membuat warna bolu Kemojo menjadi hijau. Dibagian atas bolu juga biasanya ditaburi wijen. Rasa Bolu Kemojo cenderung manis namun juga ada cita rasa gurih dari penggunaan santannya.

20. Dodol Kedondong

Dodol Kedondong
Dodol Kedondong via travelpekanbaru

Bagi yang mencari oleh-oleh khas Riau, Dodol Kedondong sangat bisa dijadikan pilihan. Buah kedondong yang asam manis membuat dodol yang legit menjadi sesuatu yang baru. Warna dodol kedondong juga lebih cerah dibandingkan dengan dodol lainnya. Untuk mendapatkan dodol kedondong juga tidak sulit karena di pusat oleh-oleh Riau biasanya Dodol Kedondong ini menjadi salah satu yang digemari karena simpel dan tahan lama.

Leave a Comment