Kenikmatan Makanan Khas Palembang yang Tiada Dua

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata Palembang? Sungai Musi? Jembatan Ampera? Atau Pempek? Ya, pempek menjadi makanan khas Palembang yang sudah sangat terkenal seantero negeri. Tapi selain itu, Palembang juga memang dikenal sebagai salah satu surganya wisata kuliner di Indonesia.

Makanan khas Palembang memang sangat beragam. Hal tersebut dimungkinkan karena Palembang dahulunya merupakan pusat perdagangan. Persinggungan antara warga lokal dengan pedagang luar terutama Arab dan Tiongkok menjadikan akulturasi budaya tak bisa dielakkan, makanan khas adalah salah satu buktinya.

Seperti 20 makanan khas Palembang berikut yang menjadi bukti beragamnya makanan asli Palembang. Dengan kenikmatan yang tiada dua, makanan-makana ini berhasil bertahan dan selalu ramai peminat.

Makanan Khas Palembang

1. Pempek

Pempek
Pempek via bacadulunews

Sudah disinggung di awal, Pempek adalah makanan khas yang pasti langsung terpikir ketika mendengar kata Palembang. Pempek memang berhasil memberi kenikmatan bagi penikmatnya. Tak hanya soal rasa, teksturnya yang kenyal juga menjadi salah satu daya tarik dari Pempek.

Pempek sendiri adalah makanan berbahan dasar tepung, sagu, dan ikan giling. Dulu, ikan yang sering digunakan adalah Ikan Belida, ikan khas Sungai Musi. Tetapi karena sudah langka, sekarang ikan yang digunakan menjadi lebih beragam namun umumnya adalah ikan gabus.

Setelah bahan-bahan dicampur, pempek kemudian dibentuk memanjang seperti tabung.Pempek berbentuk sederhana ini biasa disebut pempek lenjer. Pempek lalu direbus hingga matang. Pempek bisa langsungd dikonsumsi dalam keadaan pempek rebus, atau yang paling populer adalah digoreng lagi dengan minyak.

Hal yang tak boleh ketinggalan adalah kuah cocolan pempeknya atau disebut cuko. Kuah cuko ini bercita rasa utama pedas namun juga ada sentuhan rasa manis dari penggunaan gula merah. Pempek dan cuko adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisah.

Selain pempek lenjer, masih ada varian pempek lain seperti kapal selam, telur kecil, keriting, adaan, keriting, kulit, pistel, dan lain sebagainya. Semuanya berbahan dasar sama hanya saja bentuk dan isiannya yang berbeda.

2. Tekwan

Tekwan
Tekwan via melllikehome

Jika pempek dimakan menggunakan kuah cuko, maka makanan khas Palembang bernama Tekwan ini dimakan menggunakan kuah kaldu udang. Ya, sebenarnya bahan Tekwan sama dengan pempek. Hanya saja bentuknya dibuat bulan kecil. Lalu, penyajiannya menggunakan kuah layaknya bakso.

Isian lain juga ditambahkan seperti bihun, jamur kuping, dan potongan bengkuang rebus. Lalu Tekwan disiram kuah kaldu udang dan diberi taburan seledri, daun bawang, dan bawang goreng. Sebagai penambah rasa, kuah Tekwan bisa diberi sambal cabe, kecap, dan jeruk purut sesuai selera.

3. Model

Model
Model via lifestyle okezone

Nama makanan ini memang cukup unik yaitu Model. Sama seperti Tekwan, Model juga makanan khas Palembnag yang merupakan olahan pempek yang disiram kuah kaldu udang. Bedanya dengan Tekwan, Model menggunakan pempek isi tahu. Sedangkan tambahan lainnya hampir sama dengan Tekwan yaitu bihun dan potongan bengkoang.

Biasanya, penjual Model juga satu paket dengan penjual Tekwan. Di Palembang, kalian bisa menemukan Model baik yang dijual di gerobak maupun di restoran pempek. Rasanya yang gurih dan cukup menyegarkan, Model bisa dijadikan pilihan untuk makan siang atau biasanya hanya untuk kudapan sore hari.

4. Mie Celor

Mie Celor
Mie celor via indonesiakaya

Mie Celor juga cukup terkenal sebagai makanan khas Palembang. Bahkan salah satu mie instan menjadikan Mie Celor sebagai salah satu varian rasanya. Mie Celor ini menggunakan mie kuning yang direbus dengan cara dicelup-celupkan di air rebusan. Bersamaan dengan mie, tauge juga dimasukkan untuk turut di rebus.

Baca   Makanan Khas Aceh yang Menggoda Selera

Hal yang menjadi pembeda utama dari Mie Celor dengan mie lain adalah kuahnya. Mie Celor menggunakan kuah kental berwarna kuning. Kuah ini adalah kuah santan dicampur dengan kaldu udang kering. Cita rasanya yang gurih dan kuat inilah yang banyak digemari oleh penikmat Mie Celor. Selain itu, sebagai pelengkap mie celor juga biasa disajikan dengan telur rebus.

Di Palembang masih cukup banyak rumah makan yang menjual Mie Celor. Namun satu yang paling terkenal dan melegenda adalah yang berada di Pasar 26 ilir. Mie celor sendiri bisa dimakan baik untuk sarapan, makan siang, atau makan malam.

5. Martabak Har

Martabak Har
Martabak har via jdlines

Bagi pecinta martabak telur, tak ada salahnya mencoba makanan khas Palembang yang hanya ada di Palembang yaitu Martabak Har. Har sendiri adalah singkatan dari nama pendiri pertamanya yaitu Haji Abdul Rozak. Rumah makan penjual pertamanya ini bahkan sampai sekarang masih ada dan sudah diwariskan. Namun sejak tahun1947 sampai sekarang, cita rasanya selalu khas dan nikmat.

Bedanya Martabak Har dengan martabak telur lain adalah martabak har murni hanya berisikan telur. Tidak ada tambahan lain seperti sayur dan daging. Telurnya sendiri bisa memilih antara telur bebek atau telur ayam. Biasanya, seporsi martabak menggunakan dua butir telur.

Pembeda lain adalah kuah untuk menyantap martabak ini. Martabak Har menggunakan kuah kari yang gurih. Potongan kentang dan daging juga diberikan untuk penambah nikmat. Tambahan lain berupa kuah cuka dengan irisan cabai rawit juga diberikan untuk memberi rasa pedas.

6. Laksan

Laksan
Laksan via laksankaito

Sebagai daerah penghasil ikan sungai, tak heran jika ada segudang makanan khas Palembang yang berbahan baku ikan. Laksan menjadi salah satunya. Makanan ini menggunakan bahan pempek lenjer namun sedikit lebih keras atau berisi dan diiris lebih lebar. Hal yang menjadikannya spesial adalah penggunaan kuah santan berwarna kuning yang gurih. Tambahan sambal bisa dipilih untuk memberi rasa pedas.

Tak sulit mencari Laksan di Palembang. Di pasar-pasar tradisional masih banyak yang menjualnya, terutama saat pagi hari. Ya, laksan biasanya dijadikan menu sarapan orang Palembang karena cukup mengenyangkan.

7. Burgo

Burgo
Burgo via kaganganews

Sama seperti Laksan, Burgo juga adalah hidangan sarapan yang populer di Palembang. Burgo merupakan tepung beras yang dibentuk seperti dadar tipis lalu digulung dan dipotong. Sepintas, tampilannya seperti kewtiaw namun berupa mie yang digulung.

Kuah Burgo berwarna putih. Kuah ini adalah kuah santan yang gurih. Kuah ini memakai aneka bumbu seperti ketumbar, kencur, kunyit, lemgkuas, bawang putih, dan kemiri. Untuk memberi rasa pedas yang menjadi kebiasaan orang Palembang, sambal disediakan sebagai pelengkapnya. Bawang goreng juga ditabur diatas Burgo bersama dengan potongan telur rebus.

8. Lakso

Lakso
Lakso via detikFood

Beda Laksan, beda pula dengan Lakso. Lakso memiliki bentuk seperti mie putih. Mie ini berbahan tepung beras yang setelah diolah menjadi lebih kenyal. Dalam penyajiannya, Lakso menggunakan kuah kuning yang juga merupakan kuah santan. Tak ketinggalan sambal juga diberikan agar ada cita rasa pedas dan bawang goreng untuk melahirkan aroma dan rasa khas. Rasanya yang gurih menjadikan Lakso sangat nikmat disajikan untuk sarapan.

9. Celimpungan

Celimpungan
Celimpungan via yantiliaw

Celimpungan adalah saudara dekat dari Lakso, Laksan, dan Burgo. Hal tersebut lantaran ke empat makanan khas Palembang ini kerap dijumpai untuk sarapan pagi bahkan di satu penjual yang sama. Namun secara tampilan, Celimpungan tetap memiliki perbedaan.

Celimpungan berbahan dasar sama seperti pempek yaitu tepung sagu dan ikan. Kemudian penyajiannya menggunakan kuah kari yang kental. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas, semakin lengkap ketika diberi taburan bawang daun dan bawang goreng.

10. Dadar Jiwo

Dadar jiwo
Dadar jiwo via resepnusantaran

Juga merupakan makanan yang biasa dijadikan menu sarapan, Dadar Jiwo mirip dengan martabak kecil. Kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, telur, dan garam yang dipanaskan di atas teflon. Sedangkan isinya menggunakan pepaya muda dan udang kering yang diparut dan ditumis bersama bawang, garam, dan lada. Isian ini kemudian dibungkus dengan kulit yang sudah dibuat.

Baca   Makanan Khas Banten Penggugah Selera

Tak hanya itu, untuk penyajiannya Dadar Jiwo akan diberi santan yang sudah dimasak hingga mengental. Lalu diatasnya ditambahkan toping berupa daun kucai, irisan cabai,  dan bawang goreng. Rasanya gurih dan memang cocok untuk sarapan karena cukup mengenyangkan.

11. Pindang Patin

Pindang Patin
Pindang Patin via yaresep

Siapa tak kenal Pindang Patin. Makanan khas Palembang ini biasa diburu oleh wisatawan ketika berkunjung ke Palembang karena cita rasanya yang khas. Pindang Patin sebagaimana namanya memang terbuat dari ikan Patin. Ikan diolah dan direbus bersama kuah pindang. Kuah pindang inilah yang paling kunci kenikmatan dari Pindang patin.

Kuah Pindang terbuat dari campuran aneka rempah. Selain itu ditambahkan juga potongan nanas yang membuat kuah semakin segar. Biasanya Pindang patin dijadikan lauk makan siang atau malam bersama nasi panas.

12. Pindang Tulang

Pindang tulang
Pindang tulang via selerasa

Selain Ikan Patin, Tulang Sapi yang masih menempel daging dan otot di permukaannya juga menjadi makanan khas Palembang yang tiada duanya. Kuah pada Pindang Tulang sangat gurih khas kaldu daging. Aneka rempah di dalamnya juga menjadikan cita rasa kuah pindang sangat kaya.

Sama seperti Pindang Patin, Pindang Tulang juga sangat cocok dijadikan lauk untuk makan siang dan makan malam. Makan Nasi Panas dengan lauk Pindang Tulang akan semakin cocok jika ditemani pula dengan sambal terutama sambal mangga muda.

13. Sambal Tempoyak

Sambal tempoyak
Sambal tempoyak via malahayati

Siapa sangka kalau durian bisa dijadikan sambal. Di Palembang dan beberapa daerah sekitarnya, olahan daging buah durian menjadi sambal ini biasa disebut Tempoyak. Namun ini bukan sekedar durian yang diberi cabai. Untuk membuat tempoyak membutuhkan proses tertentu.

Daging buah durian yang digunakan untuk Tempoyak harus yang lembut atau benar-benar matang. Daging buah dipisahkan dengan biji lalu disimpan di dalam wadah tertutup. Daging buah durian lalu dibiarkan terfermentasi selama beberapa pekan. Barulah kemudian durian fermentasi itu ditambahkan dengan cabai halus dan siap disantap.

Sambal tempoyak ini bisa langsung dimakan bersama nasi layaknya sambal biasa atau ditambah dengan bahan lain seperti petai. Selain itu bisa juga dijadikan sambal untuk pepes ikan.

14. Pepes Ikan Tempoyak

Pepes tempoyak
Pepes Ikan tempoyak via rasasayange

Jika sebelumnya durian dijadikan Tempoyak untuk langsung dimakan menjadi sambal, maka Trmpoyak tersebut juga bisa dijadikan bahan dalam memepes ikan. Biasanya ikan yang dipakai adalah Ikan Patin. Ikan ini dipilih karena banyak didapatkan di Palembang. Selain itu, Ikan Patin memiliki tekstur daging yang lembut sehingga cocok ketika ditambah dengan tempoyak yang juga lembut.

Proses pembuatannya sama seperti pembuatan pepes ikan biasa dimana ikan dibalur bumbu halus untuk kemudian dibungkus daun pisang. Hanya saja perbedaannya, bumbu halus ini ditambahkan dengan Tempoyak. Barulah kemudian dikukus sekitar 15 menit sampai matang.

Pepes Tempoyak ini sangat cocok disajikan untuk dimakan bersama nasi panas. Rasanya yang kaya, makan nasi dengan Pepes Ikan Tempoyak saja sudah cukup nikmat.

15. Kue Maksuba

Maksuba
Maksuba via nailandra.blogspot

Kue ini adalah makanan khas Palembang yang sangat melegenda. Biasa dijumpai saat hari lebaran, namun Maksuba juga bisa ditemui di hari-hari biasa di toko oleh-oleh atau pasar tradisional besar. Kue Maksuba sangat khas dan tiada dua. Kue ini terbuat dari bahan dasar utama berupa telur bebek dan susu kental manis. Prosesnya cukup mengocok telur dan susu hingga mengembang untuk kemudian di tuang ke cetakan kue persegi. Bahan dimasukan sedikit dahulu kemudian dipanggang. Setelah beberapa saat, bahan ditambah lagi sedikit lalu dipanggang lagi. Prosesnya terus dilakukan hingga kue menjadi berlayer layaknya kue lapis. Kue Maksuba memiliki cita rasa manis dan lembut sehingga cocok disantap bersama teh.

Baca   Nikmatnya Makanan Khas Riau yang Wajib Dicoba

16. Kue Delapan Jam

Delapan jam
Delapan jam via tokopedia

Sama halnya dengan Kue Maksuba, Kue Delapan Jam juga menjadi makanan khas Palembang yang sangat terkenal. Apa lagi, kue ini memiliki nama yang cukup menari, delapan jam.

Sebagai mana namanya, Kue Delapan Jam memang dimasak selama 8 jam nonstop. Bahan utama kue adalah telur dan susu kental manis yang dikocok hingga mengembang. Barulah kue dikukus hingga 8 jam sampai matang. Kue ini bertekstur unik karena sangat lembut dan cukup berair sehingga hampir menuju seperti puding. Rasanya manis di atas rata-rata kebanyakan kue, sehingga biasanya orang memakannya hanya beberapa potong saja. Namun bukan berarti kue eneg, karena justru kue selalu membuat penikmatnya ingin lagi mencoba.

17. Kemplang

Kemplang
Kemplang via travel tribunnews

Kemplang adalah snack-nya orang Palembang. Kemplang juga cukup unik karena merupakan olahan sagu dan ikan layaknya pempek. Kemudian olahan tersebut direbus untuk kemudian dijemur sampai benar-benar kering. Barulah setelah kering, Kemplang di bakar di atas bara. Proses pembakaran ini perlu keahlian khusus karena harus sering dibolak-balik dengan benar lantaran Kemplang kering akan mekar ketika dibakar.

Setelah menjadi Kemplang, biasanya makanan khas Palembang ini dimakan bersama saos sambal. Rasanya unik karena berupa snack ikan yang renyah. Ditambah pedasnya saos sambal yang disiram di atasnya, menjadikan cita rasa dan teksturnya menjadi lebih unik.

18. Telok Ukan

Telur ukan
Telur ukan via sumsel tribunnews

Tidak banyak yang mengenal kudapan satu ini, padahal makanan khas Palembang ini termasuk yang paling otentik dan melegenda. Kurang terkenalnya Telok Ukan dimungkinkan karena sudah sangat jarang ditemui penjualnya. Telok Ukan ini baru mulai ramai ditemui saat 17 Agustusan atau Bulan Ramadhan.

Telok Ukan sendiri cukup unik karena berbentuk telur bebek asli. Proses pembuatannya adalah dengan mengeluarkan isi telur bebek dari sisi atas agar cangkangnya tidak hancur karena akan digunakan lagi. Kemudian telur dicampur santan dan bumbu yang sala satunya adalah kapur sirih. Kemudian, telur yang sudah dicampur bumbu ini dimasukkan kembali ke cangkang telur lalu lubang cangkang ditutup dengan kayu gabus. Telok Ukan kemudian di rebus hingga matang. Teluk Ukan ini memiliki cita rasa gurih yang khas. Teluk Ukan bisa langsung dimakan begitu saja atau bisa juga dimakan dengan nasi ketan.

19. Lapis Kojo

Lapis kojo
Lapis kojo via cookpad

Makanan berupa kue ini cukup menarik mata karena berwarna hijau. Kue Lapis Kojo berbahan dasar telur ayam atau bebek, terigu, santan, gula, dan mentega. Warna hijaunya sendiri berasal dari perasan daun pandan dan suji. Kuenya berlapis karena memang dalam pemanggangannya dibuat berlayer satu per satu layaknya membuat kue lapis.

Kue ini memiliki cita rasa yang manis dengan tekstur lembut. Kue ini biasa dijadikan hidangan saat hajatan atau saat hari raya. Untuk menjadikannya oleh-oleh, kalian bisa menemukan Kue Lapis Kojo ini di pasar tradisional yang besar atau di pusat kue dan oleh-oleh.

20. Srikaya

srikaya
srikaya via cookpad

Srikaya adalah sejenis dessert yang sangat populer di Palembang. Makanan ini dibuat dari campuran telur bebek, gula pasir, dan santan serta sari daun pandang sebagai pewarna hijaunya. Bahan ini dicampur rata lalu dimasukkan ke dalam wadah kecil untuk kemudian di kukus.

Cita rasanya yang dominan manis menjadikan Srikaya memang cocok dijadikan pencuci mulut. Biasanya, restoran khas Palembang atau restoran Pempek juga menyediakan Srikaya ini yang langsung diletakkan di meja makan. Selain bisa dimakan langsung, Srikaya juga bisa dimakan dengan nasi ketan.

Leave a Comment