Makanan Khas Jogja yang Enak, Ada Gudeg Juga

Siapa tak kenal Jogja! Daerah yang berjuluk Kota Pelajar tersebut terkenal sebagai destinasi wisata utama di Jawa. Hal yang menjadi daya pikat dari Jogja adalah budanyanya yang masih sangat kental. Kuatnya budaya disana, bahkan Jogja juga secara khusus mendapat keistimewaan sebagai sebuah provinsi.

Sebagai Daerah Istimewa, Jogja tidak hanya istimewa karena bentuk pemerintahan dan kebudayanya tersebut. Daerah yang terkenal dengan Pantai Parangtritis-nya ini juga memiliki keistimewaan dari makanan tradisionalnya. Beberapa mungkin sudah sangat dikenal oleh seluruh orang Indonesia, tapi banyak juga yang belum begitu populer bahkan mungkin sudah sangat jarang dijumpai.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas 20 makanan khas Jogja yang istimewa dan patut di lestarikan agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya.

Makanan Khas Jogja

1. Gudeg

Makanan Khas Jogja Gudeg
Gudeg – Via id.wikipedia

Tak mungkin rasanya jika tidak menjadikan Gudeg sebagai daftar teratas dari makanan khas Jogja. Gudeg Jogja adalah makanan ‘kebangsaan’nya warga Jogja dan wajib bagi setiap orang yang datang untuk mencobanya. Gudeg yang bercita rasa manis gurih ini adalah olahan dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Warnanya yang coklat pekat dihasilkan dari daun jati yang dimasak bersamaan.

Gudeg sendiri dimakan bersama nasi lalu diberi kuah santan kental atau areh, telur rebus, tahu, ayam goreng, dan sambal krecek. Gudeg juga ada yang kering dan ada yang basah. Pembedanya hanya dari kekentalan kuah arehnya.

2. Krecek

Krecek
Krecek – Via id.wikipedia

Sambal Krecek seperti pada penjelasan di atas menjadi salah satu pendamping Gudeg. Tapi selain itu, Krecek juga bisa dijadikan pendamping untuk makan nasi biasa. Sambal Krecek sendiri terbuat dari kulit sapi yang dipotong kecil lalu digoreng sehingga menjadi seperti kerupuk. Kemudian, kulit tersebut ditambah bumbu rempah layaknya bumbu sambal goreng dan digoreng. Selain kulit, krecek juga bisa ditambahkan campuran lain seperti tempe atau oncom sesuai selera. Rasanya tentu saja pedas namun disertai sentuhan sensasi gurih. Kenyalnya kulit juga memberi sensasi unik ketika menikmati hidangan ini.

3. Oseng Mercon

Oseng Mercon
Oseng Mercon – Via Money.id

Adakah yang menganggap kuliner Jogja hanya bercita rasa manis? Jika iya, baiknya kalian merevisi pandangan tersebut. Di Jogja juga ada makanan yang cocok bagi pecinta kuliner pedas yaitu Oseng Mercon. Makanan khas ini menjadi buruan wajib pecinta kuliner karena rasa pedasnya yang begitu mengguggah selera. Oseng Mercon sendiri adalah olahan kikil, lemak, tetelan, dan tulang muda sapi yang dimasak dengan bumbu pedas yang kuat dan meresap namun tetap memberikan cita rasa gurih di dalamnya. Tak sulit menemukan Oseng Mercon di Jogja, termasuk di kawasan Jalan Malioboro yang terkenal sebagai surganya wisata belanja dan kuliner.

4. Bakmi Jogja

Makanan Khas Jogja Bakmi Jogja
Bakmi Jogja – Via instagram.com/herd89/

Bakmi Jogja juga sering disebut Mi Jawa. Makanan ini berupa mie dengan bumbu dari rempah sehigga cita rasanya menjadi lebih gurih dan kaya. Seperti mie pada umumnya, Bakmi Jogja juga tersedia dalam dua varian yaitu goreng dan kuah. Pedagang Bakmi Jogja sendiri masih banyak dijumpai sehingga tak perlu takut kesulitan menemukannya. Beberapa bahkan merupakan penjual legendaris dan menjadi primadona para wisatawan,

Baca   Makanan Khas Solo Yang Enak dan Wajib Kamu Coba

5. Mie Pentil

Makanan Khas Jogja Mie Pentil
Mie Pentil – Via instagram/@streetfoodstorie

Selain Bakmi Jogja, ada juga Mie Pentil. Namanya memang cukup nyentrik sehingga banyak yang penasaran untuk merasakannya. Secara tampilan, sebenarnya mie ini sama layaknya mie lainnya. Hanya saja warnanya lebih kuning cerah sehingga cukup menarik perhatian.

Lantas mengapa namanya Pentil? Banyak yang menyebut hal tersebut karena mie ini memiliki tekstur seperti pentil atau karet. Tekstrur yang dimaksud adalah kenyal. Dibanding mie lain, Mie Pentil memang lebih kenyal. Tekstur mie yang kenyal ini karena memang mie umumnya dibuat dari rumahan. Proses awalnya adalah merebus bahan dasar mie yaitu pati aci. Kemudian bahan tersebut ditumbuk hingga kalis lalu dibumbui dan siap disajikan.

Mie Pentil yang sangat khas patut dicoba ketika kalian berada di Jogja. Untuk mendapatkannya, kalian bisa mencarinya di pasar-pasar tradisional terutama di wilayah Bantul. Harganya juga masih sangat terjangkau.

6. Mie Lethek

Mie Lethek
Mie Lethek – Via instagram.com/jogjabikinlaper/

Tak cukup dengan Bakmi Jogja dan Bakmi Pentil, Jogja masih ada Mie Lethek yang bisa menjadi alternatif pilihan. Mie ini banyak dijumpai di daerah Srandakan, Bantul karena disanalah asal dari makanan khas ini. Mie Lethek sendiri secara tampilan tampak biasa saja. Terdiri dari dua jenis mie yaitu kuah dan goreng, Mie Lethek memiliki rasa yang kaya. Campuran bahan yang digunakan juga cukup banyak. Satu porsi Mie Lethek berisikan mie yang terbuat dari tepung tapioka, suwiran ayam, aneka sayuran, dan telur bebek atau telur ayam kampung.

7. Sate Klatak

Sate Klatak
Sate Klatak – Via instagram.com/streetfoodstories

Sate memang banyak dijumpai di daerah lain di seluruh Indonesia. Tapi jogja punya sate khasnya sendiri yaitu Sate Klatak. Sate ini adalah makanan asli Bantul. Dinamakan klatak berasal dari bunyi daging yang dipanggang di arang, yaitu ‘klatak, klatak’. Sate Klatak sendiri menggunakan daging kambing muda. Bumbu rempah diolesi ketika proses pemanggangan dan biasanya tusuknya menggunakan bahan sejenis besi yang lebih mudah menghantarkan panas. Sate klatak bisa dimakan polos, menggunakan kecap dan potongan cabai, atau memakai kuah gulai. Kuah gulai yang kental menjadikan cita rasa Sate Klatak sangat khas dibanding sate lain.

8. Sate Kere

Sate Kere
Sate Kere – Via resepnusantara.id

Tak cukup dengan Sate Klatak, kalian bisa mencoba menikmati Sate Kere. Dinamakan kere yang bisa diartikan sebagai ‘tidak punya uang’, lantaran sate ini hanya terdiri dari gajih sapi. Namun begitu, rasanya tak kalah nikmat dengan sate daging pada umumnya. Apalagi rempah yang digunakan untuk membumbui sate juga sangat memberi rasa dan aroma khas ketika dibakar. Tak lupa, sambal kecap manis yang dijadikan bumbu akan membuat rasa sate menjadi lebih kaya.

9. Mangut Lele

Mangut Lele
Mangut Lele – Via instagram.com/jogjaculinary

Hidangan Lele mungkin sangat biasa dijumpai di pinggir jalan berupa pecel lele. Tapi ketika ke Jogja, cobalah untuk menikmati olahan lain dari lele yaitu Mangut Lele. Mangut adalah racikan bumbu berbahan aneka rempah khas Jawa, seperti bawang putih, bawang merah, cabai, lengkuas, jahe, dan kunyit.

Lebih nikmat lagi lantaran Lele diolah bukan di goreng melainkan di bakar. Proses pembakarannya menggunakan bilah bambu sehingga aroma khas akan lebih keluar. Menikmati Mangut Lele akan sangat nikmat jika disajikan dengan nasi hangat.

10. Jedah Tempe

Jedah Tempe
Jedah Tempe – Via masakandapurku.com

Makanan yang berasal dari Sleman tepatnya Kaliurang, lereng Gunung Merapi ini merupakan salah satu olahan makanan yang kabarnya digemari Sultan Hamengkubuwono IX. Seperti namanya, Jedah Tempe adalah gabungan dari dua jenis makanan yaitu Jedah atau ketan yang dicampur parutan kelapa dan tempe yang berjenis bacem. Keduanya dikemas daun pisang dan rasanya sangat gurih. Rasa gurih dari Jedah dan manis dari Tempe bacem ternyata merupakan kolaborasi yang nikmat disantap.

Baca   Makanan Khas Jakarta yang Dijamin Enak

Tak hanya itu, Jedah Tempe ternyata juga cocok jika dimakan bersama cabe rawit. Awalnya cara memakan Jedah Tempe adalah cukup memakannya bersamaan dalam satu tangkup. Tetapi sekarang banyak juga yang membuatnya seperti burger yaitu Tempe diletakkan di tengah diantara dua Jedah.

11. Brongkos

Brongkos
Brongkos – Via kuliner.panduanwisata.id

Brongkos mungkin tidak setenar Gudeg. Padahal, makanan ini cocok dijadikan lauk harian karena seperti makanan rumahan biasa. Makanan ini berupa sayur yang terbuat dari kacang tolo, telur, tahu, dan disiram dengan kuah kaldu berwarna pekat. Kuah tersebut adalah kuah santan yang diberi kluwuk dan cabai sehingga rasanya gurih namun ada sedikit sensasi rasa pedas. Brongkos nikmat disajikan bersama nasi hangat dan didampingi lauk tambahan lain, seperti perkedel, tempe goreng, peyek, dan kerupuk.

12. Tengkleng Gajah

Tengkleng Gajah
Tengkleng gajah – Via instagram.com/ovisofia/

Makanan tengkleng sangat khas dengan tradisi Jawa. Tetapi di Jogja, Tengkleng yang terkenal adalah Tengkleng Gajah. Meskipun namanya Gajah, tapi tentu saja tidak menggunakan daging gajah. Tengkleng ini tetap menggunakan daging kambing. Hanya saja karena porsinya yang besar, sehingga Tengkleng ini disebut Tengkleng Gajah.

Tengkleng Gajah tidak hanya diisi dengan daging kambingnya saja. Isian lain juga ditambahkan seperti jeroan dan tulang yang masih menempel dagingnya. Tak ketinggalan, menikmati sumsum yang masih ada di dalam tulang juga menjadi kenikmatan sendiri ketika memakannya. Sedangkan kuahnya menggunakan kuah kuning yang kaya rempah dan meresap hingga ke dalam dagingya.

13. Cenil

Cenil
Cenil – Via masakandapurku.com

Daerah Jogja juga sangat terkenal dengan jajanan pasarnya yang legit dan manis. Cenil adalah salah satu contohnya. Makanan ringan yang bisa dijumpai di pasar tradisional ini merupakan olahan dari tepung saripati ketela yang diberi air hangat lalu dikukus. Setelah matang, olahan ini lalu diberi taburan kelapa parut dan gula merah.

Tekstur kenyal dari Cenil yang becita rasa gurih, menjadi sangat cocok dengan manisnya gula merah yang disiram di atasnya. Lebih menarik lagi, karena Cenil biasanya diberi warna dari pewarna alami. Biasanya, warna yang dipakai adalah merah sehingga sangat menarik perhatian.

14. Gatot

Gatot
Makanan Khas Jogja Gatot – Via anishidayah.com

Bukan tokoh wayang, Gatot ini adalah makanan ringan asli dari Gunung Kidul. Bahan utama pembuatan Gatot adalah gaplek. Gaplek adalah nama untuk olahan singkong kering. Awalnya singkong dikupas, lalu dijemur hingga menjadi kering. Hasil penjemuran itulah yang disebut gaplek.

Gatot-nya sendiri adalah gaplek yang difermentasi. Hasil fermentasi ini akan menghasilkan jamur dan corak kehitaman. Fermentasi gaplek ini lalu dikukus dan dihidangkan pada selembar daun pisang dan diberi toping parutan kelapa dan gula merah. Terbayang bahwa Gatot memiliki tekstur yang legit dengan rasa kolaborasi antara gurih dan manis. Bahkan selain sebagai cemilan, ada juga yang menjadikan Gatot sebagai lauk yang disanta bersama nasi.

15. Geplak

Geplak
Geplak – Via travelingyuk.com

Ada Gaplek, ada juga Geplak. Meskipun namanya mirip, tetapi kudapan yang berasal dari Bantul ini berbahan dasar berbeda. Jika Gaplek dari singkong, maka Geplak berbahan dasar parutan kelapa. Parutan kelapa ini dicampur gula pasir atau gula jawa lalu diberi warna-warna dari pewarna alami seperti hijau, kuning, dan merah muda. Selajutnya, bahan ini dibentuk bulat dan siap dikonsumsi.

Selain yang original, kini Geplak juga mulai dimodifikasi dengan aneka rasa seperti coklat, vanila, nangka, dan durian. Sebagai makanan ringan, Geplak cocok dijadilkan kudapan bersama teh atau kopi panas. Untuk dijadikan oleh-oleh, Geplak bisa didapatkan di hampir semua pusat oleh-oleh di Jogja. Sedangkan untuk industri pembuatannya, Geplak banyak ditemui di daerah Bantul.

Baca   Nikmatnya Makanan Khas Riau yang Wajib Dicoba

16. Kipo

Kipo
Kipo – Via carimasakankhas.blogspot.co.id

Bagaimana dengan Kipo? Apakah cukup asing didengar? Ya, Kipo mungkin kurang populer bagi orang di luar Jogja. Makanan ringan ini merupakan kudapan yang sering dijumpai di kawasan Kotagede, Jogja. Berbentuk lonjong, Kipi terbuat dari tepung beras ketan yang diberi pewarna alami dari daun panda. Bahan ini lalu ditaburi parutan kelapa dan gula jawa cair untuk kemudian di bungkus daun pisang.

Belum selesai disitu, bahan Kipo tersebut lalu di masak dengan cara diletakkan di atas wajan dari tanah liat dan dipanaskan dengan arang. Dengan cara pemasakan yang cukup unik, Kipo juga bercita rasa sangat tradisional Jawa yaitu legit dan manis. Cocok disandingkan dengan kopi panas.

17. Kicak

Kicak
Kicak – Via Tribun Jogja/Hamim Thohari

Masih sangat khas dengan ciri kudapan Jogja yang legit dan manis, Kicak juga bisa menjadi alternatif lainnya. Kudapan ini terbilang jarang di jumpai di hari-hari biasa. Umumnya, Kicak baru ada ketika bulan Ramadhan karena dijadikan takjil oleh masyarakat Jogja. Kicak sendiri terdiri dari beberapa elemen yaitu Jadah aias ketan yang ditumbuk halus, nangka, pandan, gula, vanili, dan parutan kelapa. Semua bahan itu dicampur lalu dikukus. Aroma kukusan Kicak ini sangat harum karena berasal dari pandannya. Sedangkan dari rasa yang dominan adalah gurih dan manis.

18. Nasi Tiwul

Makanan Khas Jogja Tiwul
Makanan Khas Jogja Tiwul – Via katalogkuliner.com

Nasi Tiwul Jogja dikenal berasal dari daerah Gunung Kidul. Komposisi Tiwul sangat sederhana yaitu singkong yang dijemur kering atau Gaplek, lalu ditumbuk dan dikukus sampai matang. Biasanya, Tiwul juga diberi tabura gula dan kelapa parut sebagai penambah kaya rasanya.

Sejarahnya, Tiwul adalah makanan pengganti nasi ketika banyak warga kesulitan makan karena saat itu harga beras sangat mahal. Tetapi sekarang, Tiwul sama sekali tidak identik dengan kesulitan hidup karena semua orang bisa mengkonsumsinya sebagai sebuah warisan budaya. Bahkan, Tiwul dijadikan lauk bersama lauk pauk lain untuk dimakan bersama nasi. Oleh karena itu, nama makanan tradisional Jogja ini adalah Nasi Tiwul.

19. Ingkung Ayam

Ingkung Ayam
Ingkung Ayam – Via instagram/@streetfoodstories

Keunikan makanan khas Jogja ini sudah terlihat dari tampilannya. Ingkung Ayam adalah masakan ayam kampung satu utuh yang diikat dan dimasukkan ke dalam anyaman bambu. Tapi tak hanya itu, keunikannya juga sudah ada sejak pengolahannya. Ayam sudah dibungkus di dalam bambu untuk proses memasaknya. Tak lupa, bumbu rempah yang diberikan saat proses memasak menjadikan rasa ayam menjadi sangat gurih. Proses memasak seperti ini ternyata juga memiliki filosofi. Memasak ayam langsung dari wadah anyaman bambu tersebut menjadi simbol ikatan persatuan dikehidupan bermasyarakat.

20. Bakpia

Makanan Khas Jogja Bakpia
Makanan Khas Jogja Bakpia – Via bonvoyagejogja.com

Tak akan cukup jika membahas makanan Jogja tanpa menyinggung Bakpia. Ya, Bakpia adalah kudapan khas Jogja yang kerap dijadikan oleh-oleh. Makanan tradisional ini terbilang paling aman karena hampir semua orang menyukainya. Cita rasanya manis dan sangat nikmat dimakan kapan saja sebagai cemilan.

Bakpia khas Jogja biasa disebut Bakpia Pathuk. Makanan ini berbahan dasar tepung terigu. Hal yang sangat mendominasi adalah isiannya yaitu berupa kacang hijau. Kemudian, Bakpia dipanggang hingga masak dan mengeluarkan aroma yang khas. Seiring zaman, Bakpia juga memiliki aneka rasa lain seperti coklat dan keju.

Leave a Comment