Makanan Khas Jakarta yang Dijamin Enak

Sebagai ibukota negara, Jakarta dikenal sebagai kota megapolitan. Hal tersebut menjadikan pembangunan di sana tak bisa dihindari. Perkembangan pembangunan yang masif ini dipercaya sebagai salah satu penyebab lunturnya nilai-nilai budaya. Betawi, sebagai suku asli Jakarta mendapat pengaruh besar akan hal tersebut. Banyak peninggalan budaya baik benda atau bukan benda yang mulai tersingkir, termasuk kuliner.

Makanan khas Jakarta yang dalam hal ini berarti juga makanan khas Betawi, sedikit banyak mulai menghilang. Beberapa bahkan sudah tidak bisa dijumpai penjualnya. Namun beruntung, masih ada beberapa pula yang mampu bertahan dan masih bisa kita nikmati kelezatannya. Seperti 20 daftar berikut, menjadi contoh makanan khas Jakarta yang selayaknya kita lestarikan bersama.

1. Kerak Telor

Kerak Telor
Kerak Telor – via dapurkobe.co.id

Bicara makanan khas Jakarta, maka tak bisa dilepaskan dari Kerok Telor. Ya, makanan berbahan dasar nasi dan telur ini adalah ikon kuliner Betawi. Dinamakan Kerak Telor karena makanan ini memiliki tekstur yang khas yaitu kasar seperti kerak nasi. Tekstur ini sendiri didapat dari proses pemasakannya.

Proses memasak Kerak Telor terbilang sederhana namun beras ketan sebagai bahan utama pembuatan Kerak Telor harus direndam semalaman dahulu sebelum diolah. Untuk membuat kerak telor, siapkan wajan yang sudah dipanaskan di atas tungku bara. Lalu beras ketan dimasukkan dalam wajan. Barulah telur bebek atau ayam ditambahkan dan diaduk bersama. Bumbu halus juga ditambahkan sebagai pemberi rasa, beserta ebi, garam, gula, dan bawang merah goreng. Setelah matang, Kerak Telok ditaburi dengan serundeng atau kelapa sangrai dan bawang goreng.

Rasa Kerak telor sangat khas yaitu asin dan gurih. Bisa dikatakan sangat berbeda dengan makanan lain. Biasanya, kerak telor dikonsumsi sebagai cemilan atau kudapan. Untuk mendapatkan kerak telor, anda bisa menjumpainya di Kampung Betawi Setu Babakan, tempat wisata, atau saat Pekan Raya Jakarta.

2. Soto Betawi

Soto Betawi
soto betawi via travelingyuk

Tiap daerah biasanya memiliki soto khasnya sendiri. Tak terkecuali dengan orang Jakarta, mereka punya Soto Betawi yang menjadi salah satu makanan khas Jakarta yang banyak penggemarnya. Untuk mendapatkannya pun tidak sulit karena masih banyak penjualnya di Jakarta bahkan di kota lain.

Secara umum, Soto Betawi sama dengan soto lain. Bahan isiannya berupa daging dan jeroan sapi. Bahkan jika mau, anda juga bisa meminta isian yang cukup ekstrem seperti mata dan torpedo. Bahan lain seperti kentang dan tomat juga menjadi tambahan yang memperkaya rasa.

Hal yang menjadi pembeda utama Soto Betawi dan soto lain adalah kuahnya. Soto Betawi menggunakan kuah rempah yang dicampur susu, bukan santan. Hal tersebut menjadikan kuah lebih kental dan rasa lebih gurih. Soto Betawi ini sangat cocok dimakan dengan nasi hangat untuk makan siang atau malam.

3. Semur Jengkol

Semur Jengkol
semur jengkol via makanajib com

Orang Betawi dikenal sangat suka dengan jengkol dan olahannya. Keahlian masyarakat Betawi dalam mengolah buah jengkol terbukti dengan makanan khasnya yaitu Semur Jengkol. Nikmatnya Semur Jengkol khas Betawi bahkan sudah dikenal luas dan menjadi primadona banyak orang yang memang suka jengkol.

Jengkol yang diolah menjadi semur terkenal empuk dan tidak bau. Hal itulah yang menjadikan Semur Jengkol Betawi nikmat untuk dikonsumsi. Ditambah dengan bumbu rempah yang kaya serta tingkat kepedasan sesuai selera, menjadikan makanan ini sangat nikmat dikonsumsi bersama nasi hangat.

Baca   Makanan Khas Jogja yang Enak, Ada Gudeg Juga

4. Soto Tangkar

Soto tangkar
soto tangkar via pinterest/Ana Aywandari

Selain Soto Betawi, makanan khas Jakarta lain yang juga berupa soto adalah Soto Tangkar. Makanan ini mungkin tidak setenar Soto Betawi, tetapi tak akan kalah nikmatnya. Tangkar sendiri berasal dari bahasa Betawi yaitu iga sapi. Jadi Soto Tangkar adalah soto yang berbahan utama berupa iga sapi. Selain itu, biasa juga ditambah jeroan dan bahan pelengkap seperti potongan daun bawang.

Cita rasa Soto Tangkar berbeda dengan Soto Betawi karena kuah Soto Tangkar menggunakan kuah santan. Selain itu, perpaduan rempah dan cabai menjadikan warnanya lebih merah. Untuk rasa, Soto Tangkar condong ke rasa gurih sekaligus sedikit pedas.

5. Laksa Betawi

Laksa
Laksa via selerasa.com

Beberapa daerah memang memiliki Laksa khasnya, begitupun Jakarta. Laksa Betawi juga dipercaya merupakan makanan hasil perpaduan budaya antara lokal dan Tionghoa. Seperti laksa lain, Laksa Betawi juga terbuat dari mie tepung beras dan bahan tambahan lainnya yaitu ketupat, telur, tauge, daun kemangi, dan daun kucai. Beberapa juga ada yang menambahkan dengan buhun dan perkedel.

Namun yang menjadi pembeda antara Laksa Betawi dan laksa lain adalah dari kuahnya. Meskipun berwarna sama yaitu kuning, tetapi Laksa Betawi menggunakan tambahan udang rebon. Hal tersebut menjadikan rasanya lebih gurih.

6. Ayam Sampyok

Ayam Sampyok
Ayam sampyok via faizalardiiansyahblog

Mungkin banyak yang tidak mengenal makanan khas Jakarta satu ini. Padahal, Ayam Sampyok termasuk makanan otentik Betawi bukti akulturasi antara budaya lokal dan Tionghoa. Meskipun sudah sangat sulit menemukan Ayam Sampyok, tetapi ada sebuah kafe di sekitaran Kemang yang menjadikan Ayam Sampyok sebagai salah satu menunya. Selain itu, ketika hajatan atau hari besar dan pesta budaya, hidangan ini masih ada yang membuatnya.

Ayam Sampyok memiliki keunikan dari rasanya yang kuat karena bumbu yang meresap hingga ke dalam dagingnya. Itu terjadi lantaran dalam pengolahannya dilakukan 2 kali pembubuan. Daging ayamnya sendiri dimasak dengan cara diungkep setelah diberi bumbu kacang dan santan. Lalu diberi lada hitam sehingga aromanya semakin kuat. Tak cukup disitu, setelah diungkep, ayam masih harus dibakar sebelum akhirnya siap disajikan.

7. Asinan Betawi

Asinan Betawi
asinan betawi via herworld.co.id

Asinan Betawi memiliki ciri khas dari bahannya. Bukan buah, asinan betawi menggunakan sayur segar seperti kubis, sawi, tauge, dan mentimun. Bahan lain juga bisa ditambahkan yaitu tahu dan kacang tanah. Sedangkan untuk kuahnya menggunakan kuah cuka yang diberi garam dan cabai sehingga terasa asam, pedas, namun segar. Sebagai pelengkap, Asinan Betawi bisa ditambahkan dengan kerupuk.

8. Sayur Babanci

Sayur Babanci
Sayur babanci via keepo.me

Salah satu makanan khas Jakarta yang tak kalah legendarisnya adalah Sayur Babanci.  Hal yang menjadikan makanan ini unik adalah meskipun namanya Sayur, tetapi tak ada campuran sayur di dalamnya. Jenisnya pun cukup membingungkan antara kare, gulai, soto, atau sayur. Oleh karena ketidak jelasan itu pula, namanya menjadi Babanci.

Sayur Babanci  berbahan utama daging sapi yang biasanya dari pipi. Selain itu biasa juga diberi tetelan sapi. Bahan lain yang juga ditambahkan adalah ketupat sehingga ada juga yang menyebutnya Ketupat Babanci. Untuk kuahnya, Sayur Babanci menggunakan 21 jenis bumbu dan rempah seperti temu kunci, bangle, lempuyang, kedaung, ketumbar, jinten, kunyit, jahe, dan lain sebagainya. Semua bahan dan bumbu dimasak lalu disajikan dengan tambahan emping dan bawang goreng.

9. Pucung Gabus

Makanan Khas Jakarta - Pucung Gabus
Pucung gabus via selerasa

Makanan khas Jakarta satu ini mungkin juga tidak begitu tenar. Namanya Pucung Gabus. Seperti namanya, bahan Pucuk Gabus tentu saja adalah Pucung atau kluwek dan Ikan Gabus. Pembuatannya cukup sederhana yaitu ikan gabus yang sudah dibersihkan dilumuri dengan air jeruk nipis dan garam untuk kemudian digoreng hingga kering. Selanjutnya barulah ikan disiram dengan bumbu dan kluwek yang sudah di rebus sampai mendidih.

Baca   Makanan Khas Banten Penggugah Selera

10. Sayur Godog Pepaya

Godog Pepaya
Godok Pepaya via wcseptember2.blogspot.com

Sayur Godog Pepaya adalah makanan khas Jakarta yang biasa disajikan saat hari lebaran. Sayur ini memang menggunakan pepaya namun jenis pepaya muda untuk diolah dengan campuran bumbu kuning dan santan. Biasanya Sayur Godog Pepaya dimakan dengan lontong dan ditambah bihun serta emping. Rasanya gurih dan tekstur pepaya yang lembut menjadikan sayur ini cukup unik untuk dicoba.

11. Lontong Sayur

Lontong Sayur
Lontong Sayur via pengusahasukses

Siapa tak kenal Lontong Sayur. Makanan khas Jakarta ini tidak hanya bisa dijumpai di Jakarta tetapi bisa dijumpai di hampir semua daerah di Indonesia terutama untuk sarapan. Tampilan Lontong Sayur khas Jakarta dan daerah lain sebenarnya tidak jauh berbeda. Bahan utama tentu saja lontong dan aneka sayur seperti labu siam, kacang panjang, dan wortel. Sedangkan bahan lainnya seperti udang kecil, cabai, tomat, serai, daun salam, garam, santan, dan kecap manis ditumis bersama bumbu halus lain.

Setelah semua bahan siap, lontong dan sayur disajikan di atas mangkung dan diberi kuah bumbu tadi. Biasanya, Lontong Sayur juga bisa ditambah dengan telur rebus dan sebagai pelengkap diberi kerupuk. Komposisi ini memang sangat pas dijadikan pilihan untuk sarapan orang Indonesia.

12. Nasi Ulam

Nasi Ulam
Nasi Ulam via id.wikipedia

Nasi Ulam adalah hidangan nasi yang dicampur dengan bumbu rempah. Nasi ulam sendiri bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Sumatera dan Bali, tetapi Jakarta juga punya Nasi Ulam khasnya sendiri. Nasi ulam sebagai makanan khas Jakarta memiliki dua jenis, yaitu nasi ulam kuah yang kabarnya berasal dari Jakarta Utara dan Pusat, serta nasi ulam kering yang banyak dijumpai di Jakarta Selatan.

Nasi Ulam Jakarta memiliki cita rasa gurih dari serundeng atau kelapa sangrai yang juga digunakan. Sedangkan campuran lainnya adalah sambal, daun kemangi, dan kacang tumbuk. Sebagai pendamping nasi, lauk juga disediakan seperti dendeng sapi, telur dadarm tahu, tempe, dan juga kerupuk.

13. Ketoprak

Ketoprak
Ketoprak via pergikuliner

Makanan khas Jakarta satu ini juga termasuk yang paling populer dan dikenal luas di seluruh Indonesia. Ketoprak memang mirip dengan pecel Jawa tetapi berbeda secara bahannya. Potongan lontong, bersama tauge rebus, bihun rebus, dan tahu kuning menjadi bahan utama sebelum disiram dengan saos kacang yang bercita rasa manis, gurih, dan pedas. Semakin lengkap, Ketoprak juga bisa ditambahkan telur rebus dan kerupuk.

Tak sulit menemukan penjual ketoprak di Jakarta. Kalian bisa mencarinya dari mulai di gerobak pinggir jalan hingga di toko atau restoran. Biasanya ketoprak dimakan untuk sarapan atau makan siang. Apalagi isiannya yang komplit dari karbohidrat, protein, hingga serat, menjadikan seporsi ketoprak sudah cukup mengenyangkan.

14. Gorengan Kambing

Gorengan Kambing
Gorengan kambing via detikFood

Apa yang ada dibayangan kalian ketika mendengar makanan bernama Gorengan Kambing? Daging kambing yang di beri tepung lalu digoreng? Ternyata, makanan khas Jakarta satu ini tidak berbentuk gorengan utuh melainkan berbentuk gulai. Ya, daging kambing berupa irisan daging dan babat akan ditumis dahulu sebelum disajikan bersama dengan kuah gulai dan santan.

15. Pindang Bandeng

Pindang bandeng
Pindang bandeng via royco.co.id

Pindang Bandeng khas Betawi biasa juga disebut Pindang Serani. Ini adalah makanan khas Jakarta yang berbahan dasar ikan bandeng yang diberi kuah pindang. Kuahnya sendiri mirip semur namun ditambah belimbing wuluh sehingga lebih segar. Pembeda lain dari Pindang Bandeng Betawi dengan pindang daerah lain adalah penggunaan rempah dan ditambah kecap sebagai pemanisnya.

Baca   Nikmatnya Makanan Khas Riau yang Wajib Dicoba

16. Putu Mayang

Putu Mayang

Putu Mayang adalah kue tradisional khas Betawi yang berbahan dasar tepung beras dan tepung kanji. Tepung beras diulen bersama gula pasir dan garam lalu ditambahkan tepung kanji sambil terus diuleni. Adonan tersebut lalu diberi pewarna alami dan dimasukkan ke dalam cetakan putu.

Sedangkan untuk kuah pendampingnya menggunakan gula merah, gula pasir, garam, santan,  dan daun pandang yang di rebus hingga mendidih. Rasa gurih dari adonan tepung bercampur manis dari kuahnya adalah perpaduan yang sangat nikmat dan khas.

17. Kue Rangi

makanan khas jakarta Kue Rangi

Kue Rangi adalah jajanan pasar asli Betawi yang terbuat dari tepung beras. Bahkan, agar hasilnya lebih bagus, tepung beras yang digunakan adalah hasil dari olahan beras putih yang ditumbuk halus. Lalu adonan tepung tersebut dipanggang atas cetakan berbentuk setengah lingkaran. Setelah matang, Kue Rangi diberi gula merah cair sehingga gurihnya kue berkolaborasi nikmat dengan manisnya gula.

Tak sulit mencari Kue Rangi saat ini. Kalian bisa menemukannya di pasar tradisional atau jajanan pinggir jalan. Harga seporsinya pun sangat terjangkau.

18. Kue Talam

Kue Talam
Kue Talam via merahputih.com

Manis dan legit adalah kenikmatan yang bisa di dapatkan oleh mereka yang memakan Kue Talam. Makanan khas Jakarta satu ini terbuat dari campuran tepung terigu, tepung beras, atau tepung tapioka. Bahan penting lainnya adalah santan karena adonan tepung akan dicampur santan. Kemudian kedua bahan dan bahan lain yang sudah dicampur dituang ke dalam wadah kecil untuk kemudian di kukus.

Tak cukup disitu, Kue Talam juga akan diberi taburan atau toping. Toping ini juga penting karena menjadi penambah rasa. Toping tersebut berupa ebi, bawang putih goreng, gula pasir, dan garam yang disangrai bersama irisan cabai dan seledri. Gurihnya Kue Talam semakin gurih karena tambahan toping tersebut. Biasanya Kue Talam ini mudah ditemui saat bulan Ramadhan sebagai takjil.

19. Kue Cente Manis

Kue Cante Manis
Kue Cante Manis

Jajanan pasar satu ini terbilang mulai jarang ada. Padahal, kue ini sangat nikmat dijadikan cemilan. Mulai jarangnya Kue Cente Manis dimungkinkan karena sulitnya membuat kue ini. Pasalnya, untuk membuat makanan khas Jakarta ini diperlukan keterampilan khusus.

Bahan pembuatannya sebenarnya sederhana yaitu tepung hunkwee, gula pasir, santan, daun pandan, garam, sagu mutiara, vanili, dan pewarna merah dan putih untuk sagu mutiaranya. Bahan-bahan ini diolah dengan tahapan yang cukup panjang sebelum akhirnya dibungkus menggunakan plastik bening. Tampilannya yang berwarna merah dan putih menjadikan kue ini sangat menarik dipandang. Itulah kenapa namanya Cante Manis alias Cantik dan manis.

20. Kue Pancong

Kue Pancong
Kue Pancong – via tribun lampung

Hampir mirip dengan Kue Rangi, Kue Pancong juga menjadi jajanan tradisional khas Jakarta yang masih bisa dijumpai pedagangnya di pinggir jalan atau pasar tradisional. Kue Pancong berbahan dasar tepung beras yang dicampur santan, kelapa parut, dan garam. Bahan ini dicampur dan dimasak menggunakan cetakan khusus berbentuk setengah lingkaran.

Kue Pancong original bercita rasa gurih atau cenderung asin. Namun biasanya juga diberi taburan gula sehingga ada rasa manisnya. Kue ini sangat cocok dijadikan kudapan bersama teh atau kopi panas.

Leave a Comment