5 Jenis Lapisan Atmosfer Dan Manfaatnya Bagi Manusia

Setiap planet tentu memiliki lapisan atmosfer. Hal ini tentu telah kita pelajari sebelumnya dalam berbagai mata pelajaran geografi maupun fisika. Lapisan atmosfer sendiri adalah suatu lapisan gas yang membungkus suatu planet atau objek yang berada di luar angkasa, dan biasanya memiliki banyak lapisan.

Meski memiliki penjelasan yang cukup sederhana, dan tidak dapat terlihat jelas, atmosfer sendiri memiliki fungsi yang sangat penting bagi planet. Salah satu contohnya adalah atmosfer yang ada di bumi. Diketahui karena adanya atmosfer inilah, kita bisa tetap hidup, meskipun Bumi memiliki orbit yang cukup dekat dengan matahari.

Setidaknya, pada Bumi, terdapat 6 lapisan yang disebut layar dalam komposisi atmosfer yang diketahui menjadi bagian dari atmosfer Bumi. Perlu diketahui, setiap atmosfer pada masing-masing planet memiliki jumlah layar yang berbeda-beda, tergantung dari kadar gas pada planet tersebut.

Fungsi dari atmosfer ini adalah untuk menghalau agar benda asing tidak mudah untuk memasuki Bumi, termasuk sinar radiasi yang dipancarkan matahari. Contohnya saja, atmosfer juga diketahui sebagai penangkal adanya meteor yang masuk ke Bumi.

Setiap meteor yang akan bertabrakan, biasanya akan terbakar pada lapisan luar atmosfer bumi. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya bila Bumi tidak terlindung oleh lapisan atmosfer.

Sebelum kita mengulas lebih dalam tentang lapisan atmosfer, setidaknya kita perlu mengetahui terlebih dahulu komponen yang ada di atmosfer. Diketahui pada atmosfer Bumi terdapat berbagai jenis gas seperti oksigen, nitrogen dan gas. Masing masing memiliki jumlah konstentasi berbeda, dimana kadar gas nitrogen adalah 78% dan terbanyak pada atmosfer bumi.

Untuk lapisan atmosfer yang membungkus bumi akan selalu ada dan tidak hilang karena gaya gravitasi bumi yang selalu menariknya. Namun demikian, berbeda dengan atmosfer pada planet lain, pada atmosfer Bumi, tingkat ketebalannya hanya sebesar 200 sampai 500 km.

Lapisan Atmosfer yang Ada di Bumi

Gambar Lapisan Atmosfer Yang Membungkus Bumi
Gambar Lapisan Atmosfer Yang Membungkus Bumi

Dijelaskan sebelumnya bahwa lapisan atmosfer terdiri dari beberapa layar. Dibumi sendiri jumlah layar tersebut telah dihitung dan berdasarkan suhunya, setidaknya ada 5 layar yang disebut sebagai lapisan utama atmosfer. Berikut ini kita akan ulas satu persatu lapisan tersebut beserta ciri-cirinya.

1. Lapisan Troposfer

Layar dari atmosfer yang paling awal adalah lapisan troposfer. Lapisan ini diketahui berada pada ketinggian 0 hingga 12 km. Tentu dengan ketinggian tersebut, lapisan ini adalah lapisan dimana mahluk hidup beraktifitas. Adapun fungsi dari layar pertama ini adalah untuk menjaga agar Bumi tetap stabil.

Berikut ini ciri-ciri dari lapisan troposfer yang perlu kamu ketahui:

A. Temperatur Yang Tidak Stagnan

Kita tentunya tahu, bahwa suhu suatu tempat akan berbeda, tergantung dari kondisi alam, dan iklim tempat tersebut. Hal ini juga menandakan bahwa suhu tidak akan sama pada waktu dan tempat yang berbeda.

Namun demikian, sebagai layar yang menjaga kestabilan, setidaknya lapisan menjaga agar temperatur di Bumi tidak seperti yang ada di luar angkasa.

B. Dibatasi Oleh Lapisan Tropopause

Kita telah mempelajari, bahwa pada setiap lapisan, tentu ada pembatas antar layar. Hal ini juga berlaku bagi layar yang ada di atmosfer. Pada lapisan troposfer ada pembatas yang dinamakan dengan lapisan Tropopause. Lapisan ini berfungsi untuk membatasi lapisan troposfer dengan lapisan selanjutnya yakni lapisan stratosfer. merupakan.

Pada lapisan tropopause segala gas yang ada bernilai konstan atau tidak berubah. Namun demikian, hal ini tidak berarti mahluk hidup bisa tinggal pada lapisan ini. Penyebabnya karena pada lapisan ini tidak ada unsur oksigen yang menjadi gas utama agar mahluk hidup di Bumi bisa hidup.

C. Terjadinya Fenomena Alam

Pada lapisan Troposfer, area ini menjadi salah satu lapisan dengan fenomena alam yang terbanyak. Kita bisa mulai sebutkan satu persatu dari terjadinya hujan, guntur, proses terjadinya awan, dan masih banyak lagi. Selain itu, pada lapisan ini biasanya hanya pesawat terbang yang bisa melaluinya dengan aman.

Baca   Pengertian Sumber Daya Alam Berserta Jenis, Dampak, Dan Contohnya

2.   Lapisan Stratosfer

Pada lapisan kedua yang merupakan bagian dari atmosfer Bumi adalah layar yang dinamakan lapisan stratosfer. Lapisan tersebut berada pada ketinggan 12 km hingga mencapai 60 km. Bagi para orang awam, kalian tentu pernah mendengar sebutan lapisan ozon. Ini merupakan nama lapisan yang berada pada lapisan stratosfer.

Untuk mengetahuinya, kalian bisa membaca ciri-ciri lapisan ini:

A. Adanya Stratopause

Seperti pada lapisan troposfer, lapisan stratosfer juga memiliki lapisan pembatas. Lapisan pembatas ini bernama stratopause, dan letaknya ada diketinggian 50 km. Sifatnya juga mirip dengan lapisan tropopause, dimana suhu pada lapisan adalah konstan, yakni ada pada suhu 5 celcius.

B. Adanya Lapisan Ozon (O3)

Gas ozon merupakan salah satu gas yang paling penting dalam fungsinya mencegah radiasi dari sinar pancaran matahari. Gas ini diketahui terletak pada atmosfer Bumi. Namun, dari sekian banyak tersebarnya gas ozon, lapisan stratosfer memiliki sebuah wilayah pada ketinggian 35 km, dimana konsentrasi ozon cukup tinggi yakni sekitar 10 ppm.

Karena kepekatan konsentrasi tersebut, maka pada wilayah 35 km tersebut, diberi nama dengan lapisan ozon. Ozon sendiri merupakan gas yang terbentuk dari proses fotokimia antara gas oksigen dengan radiasi dari sinar matahari.

Karena hal tersebut ozon memiliki nama kimia O3 yang menandakan ozon masih termasuk dalam jenis molekul oksigen. Setidaknya pada stratosfer sendiri mengandung sekitar 90% konsentrasi dari gas ozon ini. Karena hal tersebut, banyak yang menyebut lapisan stratosfer sebagai lapisan ozon.

Sayangnya, dengan perkembangan industri sendiri, lapisan ozon di bumi semakin menipis dan berlubang. Efek rumah kaca, dan polusi dari aktifitas manusia menjadi penyebab utama hal tersebut.

3. Lapisan Mesosfer

Mesosfer merupakan layar ketiga pada atmosfer Bumi yang berada pada ketinggian 50km hingga mencapai 80 km. Apa yang membedakan lapisan mesosfer dengan lapisan lainnya. Untuk mengetahuinya, kalian bisa melihat ciri-ciri lapisan mesosfer berikut ini.

A. Adanya Lapisan Mesopause

Lapisan Mesopause merupakan lapisan pembatas antara mesosfer dengan termosfer yang terletak pada ketinggian 50 km sampai 80 km.

Sebagai informasi, suhu yang ada pada lapisan pembatas ini terhitung cukup rendah, dan masuk dalam kategori suhu terendah yang ada di lapisan atmosfer.

B. Temperatur Dan Cuaca Cukup Ekstrim

Lapisan Mesosfer juga diketahui memiliki cuaca dan temperatur yang cukup ekstrim. Bayangkan saja, suhu yang ada di tempat tersebut berkisar 50 derajat celcius hingga 70 derajat celcius. Tentu suhu tersebut tidak dapat ditinggali oleh mahluk hidup.

C. Pelindung Bumi

Sama halnya dengan lapisan atmosfer pada layar sebelum maupun sesudahnya, lapisan ini juga berfungsi untuk melindungi Bumi. Dengan suhunya yang tinggi, lapisan ini berguna untuk membakar segala objek asing dari luar angkasa yang tertarik oleh gravitasi bumi.

Meskipun pada lapisan luar selain mesosfer yaitu termosfer juga memiliki suhu yang lebih tinggi, lapisan inilah lapisan terakhir yang akan membakar benda asing yang tidak habis terbakar di lapisan termosfer.

4. Lapisan Termosfer

Layar berikutnya dari lapisan atmosfer adalah lapisan bernama termosfer. Lapisan yang mengalami transisi dari mesosfer pada ketinggian 81 km ini memiliki suhu yang sangat tinggi.

Jika beberapa dari kalian sudah pernah melihat cahaya aurora sebelumnya, maka kalian perlu tahu. Bilamana cahaya terbentuk di lapisan ini. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini kita akan ulas ciri-ciri lapisan termosfer:

A. Tempat Munculnya Aurora

Fenomena sinar aurora adalah suatu fenomena alam yang indah, dan sering kali diabadikan sebagai momen yang mengaggumkan. Fenomena tersebut biasanya terjadi di bagian kutub, dimana aurora adalah suatu hasil dari proses badai magnet.

Perlu diketahui, sebenarnya setiap tempat yang bersuhu rendah bisa mengalami fenomena aurora, namun karena cuaca tidak menentu selain di kutub, sinar aurora ini sangat jarang terjadi, selain di kutub.

B. Suhu dan Temperatur

Setiap layar memiliki suhu yang berbeda. Lapisan ini diberi nama termosfer karena suhunya yang berkisar antara 40 hingga 1.232 celcius. Sama seperti lapisan mesosfer, lapisan ini juga berfungsi untuk menangkal objek yang secara langsung akan membahayakan Bumi.

Baca   15 Kerajinan Tanah Liat Dengan Beragam Variasi

C. Lapisan ionosfer

Selain fungsi menghalau objek asing yang masuk dalam gravitasi, pada lapisan termosfer juga terdapat lapisan ionosfer. Lapisan tersebut dinamakan demikian karena terjadinya proses ionisasi pada lapisan tersebut. Setidaknya proses ioniasi terjadi pada ketinggian 100 hingga 800 km dari permukaan Bumi.

D. Pemantulan Gelombang Radio

Lapisan termosfer yang juga mengandung lapisan ionosfer juga berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Meskipun ini adalah fungsi pada lapisan ionosfer, namun, bisa juga disebut fungsi dari lapisan termosfer secara garis besar. Proses pemantulan terjadi pada area dimana lapisan ionosfer berada dalam termosfer yakni 100 hingga 400 km.

E. Lapisan yang Bermuatan Listrik

Selain memiliki lapisan ionosfer, pada lapisan termosfer juga terdapat lapisan lain yang letaknya berada lebih di luar, mendekati angkasa. Ya, lapisan ini bernama lapisan magnostofer. Sesuai namanya, lapisan ini menghasilkan geomagnetik yang berfungsi melindungi bumi dari sinar radio aktif yang dihasilkan matahari atau objek luar angkasa lainnya.

5. Lapisan Eksosfer

Berdasarkan temperatur, atmosfer Bumi dibagi 5, dan lapisan yang terakhir ini bernama eksosfer. Dinamakan eksosfer karena lapisan ini adalah lapisan paling luar yang membungkus bumi. Tentu saja karena terluar, maka letak atmosfer ini berada pada ketinggian 800 km hingga mencapai 3.260 km.

memiliki fungsi untuk menyelimuti bumi secara keseluruhan. Pada lapisan eksosfer inilah terjadi berbagai macam interaksi dan hubungan yang terdapat di luar bumi dan gas yang membentuk atmosfer bumi. Kekuatan gaya gravitasi pada lapisan atmosfer yang satu ini sangat rendah karena jaraknya sangat jauh dengan bumi.

Setelah penjelasan dan pembahasan tentang lapisan atmosfer beserta ciri-ciri masing-masing lapisan, kiranya cukup penting bagi kita untuk mengetahui kandungan gas apa saja yang terdapat di atmosfer. Adapun uraian adalah sebagaimana di bawah ini.

Komposisi Penyusun Di Lapisan Atmosfer

Gambar Konsentrasi Gas Yang Ada Pada Lapisan Atmosfer Bumi
Gambar Konsentrasi Gas Yang Ada Pada Lapisan Atmosfer Bumi

Agar dapat melindungi bumi, atmosfer terbentuk dari berbagai jenis gas didalamnya, gas-gas ini lah yang nantinya akan berpengaruh dalam melindungi Bumi, beberapa diantaranya adalah:

  • Nitrogen : Gas yang dihitung paling banyak mengisi ruang pada atmosfer di bumi karena memiliki kadar yang lebih tinggi daripada yang lainnya.
  • Oksigen : Gas kedua terbanyak adalah oksigen, dimana kadar mencapai 21% dan merupakan yang terbanyak setelah nitrogen. Karena gas inilah maka bumi dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup.
  • Air : Pada dasarnya, nitrogen dengan air adalah unsur yang tidak jauh berbeda. Zat ini merupakan salah satu nitrogen dalam bentuk yang berbeda, meski sedikit ada juga air dalam atmosfer karena perubahan temperatur yang tidak stabil..
  • Ozon : Gas ini memiliki fungsi sebagai pelindung dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari, maupun objek angkasa lainnya.
  • Karbon dioksida : Karbon dioksida memang bukan merupakan gas yang positif, namun unsur pembakaran yang ada di atmosfer tentu akan menghasilkan gas tersebut. Namun demikian, karena adanya aktifitas manusia, kadar ini semakin bertambah setiap tahunnya, dan mencemari lapisan ozon.

Berbagai macam gas penyusun lapisan atmosfer tersebut memiliki peranan sendiri-sendiri. Bahkan, gas tersebut juga berfungsi bagi lapisan atmosfer di atasnya.

Manfaat Lapisan Atmosfer

Gambar ilustrasi Bumi Yang Terselubung Lapisan Atmosfer
Gambar ilustrasi Bumi Yang Terselubung Lapisan Atmosfer

Sebagai manusia yang hidup di dalam lapisan atmosfer bumi, pastinya kita sangat tergantung dan membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tersebut. Sebab setiap saat tentu kita selalu membutuhkan udara untuk bernapas, air untuk minum, serta makanan untuk dimakan. Agar Anda memilki gambaran tentang sejauh mana ketergantungan manusia terhadap lapisan atmosfer, sebaiknya Anda membaca kelanjutan artikel di bawah inipada penjelasan di bawah ini “

1. Mempertahankan Kehidupan di Bumi

Manfaat dari atmosfer bagi bumi adalah melindungi semua bentuk kehidupan di muka bumi. Sebab, lapisan atmosfer terdiri dari campuran gas berukuran kecil yang sangat penting dan sangat dibutuhkan semua makhluk hidup.

Komposisi lapisan atmosfer bisa setiap saat bisa mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh aktivitas seluruh makhluk hidup dan proses geologi serta geokimia yang terjadi yang terjadi di permukaan bumi.

Amosfer ini juga terdapat pada planet-planet  lain dalam sistem tata surya yang ada di dunia ini. Tentu saja lapisan Atmosfer yang terdapat pada setiap planet tersebut mempunyai komposisi dan gerakan yang berbeda jika dibandingkan dengan atmosfer bumi.

Baca   15 Kerajinan Tangan dari Sedotan untuk Ide Prakarya

Faktor yang turut mempengaruhi perbedaan tersebut adalah ukuran planet, posisi planet di dalam tata surya, kecepatan rotasi, serta proses di planet tersebut.

2. Lapisan Atmosfer Mengkontrol Radiasi Matahari Pada Bumi

Bumi menyerap energi yang berasal dari radiasi elektromagnetik matahari. Namun, Tidak semua energi tersebut bisa terserap ke dalam atmosfer, dan kemudian ditransmisikan kembali ke permukaan bumi.

Terkadang ada energi yang dihamburkan ke ruang angkasa, disamping energy yang juga ditransmisikan melalui lapisan atmosfer yang selanjutnya diserap atau dipantulkan oleh permukaan bumi.

Energi matahari yang sudah dipantulkan tersebut nantinya akan teresap serta ditransmisikan oleh atmosfer. Nantinya energi matahari yang masuk ke bumi akan berubah bentuk menjadi energy yang bermacam-macam. Di dalam atmosfer sendiri terdapat beragam energi, seperti energi panas dan energy kinetik. Energi panas dari molekul gas, sedangkan energi kinetik dari angin.

3. Lapisan Atmosfer Menjaga Kestabilan Energi Bumi

Diketahui atmosfer juga memiliki manfaat lainnya yang juga sangat penting, yaitu untuk mempertahankan keseimbangan energi di dalam bumi. Keseimbangan energi secara horizontal dan vertikal hanya bisa tercipta jika terjadi ketidaksamaan panas di permukaan bumi, yang akan memicu pergerakan udara di dalam atmosfer dan juga pada air di lautan.

Pertukaran energi yang berlangsung pada atmosfer, misalkan proses perpindahan air, akan menyebabkan terjadinya hujan. Prosesnya, saat melintasi lautan,  uap air naik ke atmosfer lalu menjadi awan. Saat berada di daratan maka akan terjadi hujan. Siklus itu tersebut terjadi berdasarkan proses fisika, geologi, serta biologi yang terjadi di dalamnya.

4. Lapisan Atmosfer Dan Dampaknya Pada Cuaca

Setiap saat cuaca bisa berubah. Ini merupakan hal yang lumrah dan sering dirasakan oleh setiap makhluk hidup di permukaan bumi, terutama manusia. Adapun perubahan iklim terjadinya hanya dalam kurun waktu yang panjang, misalnya tahunan bahkan jutaan tahun. Perubahan kondisi cuaca di bumi dipengaruhi oleh lapisan atmosfer yang salah satu fungsinya adalah sebagai pengendali kondisi cuaca dan iklim di bumi. Jadi saat lapisan atmosfer mengalami kerusakan, perubahan yang terjadi bukan hanya cuaca, tetapi juga perubahan iklim.

5. Dampak Lapisan Atmosfer Pada Biogeochemical Bumi

Manfaat kelima dari atmosfer adalah juga sebagai media yang mengatur siklus biogeochemical di dalam sistem bumi. Contohnya, atmosfer yang merupakan  sebuah tempat menyimpan seluruh gas karbondioksida, lalu melepaskannya melalui proses alam dan hasil pembakaran bahan bakar fosil. Sehingga nantinya bisa tumbuh dan mengekstraknya melalui proses fotosintesis.

6. El Nino dan La Nina Hasil Dari Lapisan Atmosfer

Hasil interaksi antara atmosfer dengan berbagai komponen yang terdapat di bumi turut memberikan dampak timbal balik, sehingga terjadilah efek jangka pendek seperti terjadinya gejala El Nino dan La Nina. El Nino merupakan istilah untuk fenomena alam yang diakibatkan naiknya suhu dan permukaan air laut di Samudra Pasifik.

7. Lapisan Atmosfer Sebagai Media Untuk Memprediksi Cuaca

Pemahaman kita terkait lapisan atmosfer bumi tentunya akan membuahkan sebuah analisa, interpretasi, serta kesimpulan yang diambil secara akurat. Hal tersebut disebabkan pengamatan dan penelitian terhadap beragam komponen penting seperti lingkungan, atmosfer, samudra, permukaan tanah, serta daerah kutub.

Berawal dari pemahaman terhadap penelitian tersebut, para peneliti berinisiatif untuk menciptakan seuatu media simulasi dari komputer. Alat ini berfungsi untuk memprediksi cuaca yang akan terjadi, berdasarkan angin dan temperatur yang ada pada atmosfer.

Hal tersebut tentunya bisa dijadikan sebuah contoh kalau dengan mempelajari atmosfer manusia bisa mendapat manfaat dari lapisan atmosfer yaitu memperkirakan cuaca yang akan terjadi di daerahnya.

Demikianlah informasi tentang lapisan atmosfer dan hal-hal yang terkait dengannya yang bisa kami sampaikan pada artikel kali ini. Bagi Anda yang sedang mencari referensi seputar masalah ini, semoga artikel ini bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan Anda.

 

Leave a Comment