Pemanasan Global Adalah….. Pengertian,Ciri, Dampak dan Cara Mencegahnya

Pada saat ini, perubahan iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia merupakan masalah dan tantangan yang harus ditangani oleh setiap manusia yang ada di bumi. Terjadi banyak peristiwa atau bencana yang disebabkan oleh alam di berbagai belahan dunia sebagai dampak pemanasan global yang menyebabkan perubahan cuaca yang berubah secara drastis.

Fenomena yang terjadi dapat berupa badai, angin ribut, perubahan musim tanam, serta hujan deras. Kejadian-kejadian lain juga bermunculan secara simultan dan tersebar diberbagai Beberapa negara contohnya mengalami musibah seperti banjir, kekeringan  longsor, kebakaran hutan, punahnya beberapa spesies tumbuhan dan hewan hingga rusaknya terumbu karang.

Penyebaran berbagai penyakit juga menjadi salah satu dampak dari perubahan iklim yang merugikan manusia dan mahluk hidup di bumi. Menurut para ahli, fenomena ini dinamakan dengan pemanasan global.

Pemanasan Global

Gambar Ilustrasi Dampak Pemanasan Global
Gambar Ilustrasi Dampak Pemanasan Global

Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global sejatinya merupakan kondisi peningkatan suhu pada permukaan bumi yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini biasanya terjadi karena terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari diatmosfer oleh zat-zat atau gas rumah kaca.

Gas-gas rumah kaca yang diproduksi bisa berasal dari pelepasan unsur-unsur kimia proses industry yang berlebihan. Menurut para ilmuwan pada tahun 2006-2007 telah terjadi fenomena yang langka yaitu terjadinya musim dingin yang hangat.

Setidaknya dari tahun 1990 hingga pembukaan tahun 2005 diperkirakan telah terjadi peningkatan suhu pada permukaan bumi secara merata disetiap bagian akibat dampak pemanasan global. Jika melihat kondisi yang menyedihkan ini, maka pada tahun-tahun yang akan datang, kondisi ini akan memperburuk kondisi kesehatan manusia, dan menyebabkan usia hidup manusia berkurang.

Kegiatan atau aktifitas manusia penyebab pemanasan global sudah terjadi sejak abad ke-18. Dimana pada saat itu terjadi revolusi industri dengan berdirinya pabrik-pabrik, pembangkit listrik, dan dibuatnya kendaraan dan mesin-mesin pertanian.

Pada era teknologi seperti saat ini, tentu sudah sewajarnya dilakukan upaya-upaya pencegahan pemanasan global. Sebab, jika tidak dilakukan pencegahan maka akan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup didunia. Upaya itu perlu dilakukan secara komperehensip oleh semua pihak atau dengan kata lain semua pihak harus mengambil perannya masing masing dalam upaya pencegahan fenomena ini.

Fenomena pemanasan global juga bukan merupakan masalah kecil , akan tetapi ini berlaku untuk semua mahluk hidup terutama manusia yang hidup di bumi. Karena dampak pemanasan global dengan kondisi alam sangat berkaitan erat satu sama lain. Untuk itu kita harus mengetahui ciri-ciri dari pemanasan global, penyebab, dan dampak pemanasan global sehingga kemudian bisa dilakukan upaya pencegahan.

Ciri-ciri Pemanasan Global

Gambar Dampak Pemanasan Global Di Kutub
Gambar Dampak Pemanasan Global Di Kutub

Fenomena Alam Sebagai Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global memiliki dampak pada siklus alam yang ada di Bumi. Beberapa fenomena alam yang jarang terjadi, saat ini mulai terjadi dalam interval yang cukup singkat. Beberapa fenomena tersebut menjadi penanda sebagai ciri ciri telah terjadi pemanasan global di Bumi.

  1. Terjadinya Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan sering kita saksikan saat ini, bukan hanya di Indonesia, tapi sejumlah juga hutan di berbagai belahan dunia lainnya. Sebut saja Amerika yang pada tahun 2018 lalu terjadi kebakaran hutan yang sangat besar.

Menurut penelitian oleh ilmuwan, kebakaran hutan bisa terjadi disebabkan adanya peningkatan suhu yang sangat panas. Hal ini menyebabkan kondisi lingkungan dihutan menjadi kering dan mudah terbakar. Tentunya peningkatan suhu oleh pemanasan global memperparah hal tersebut. Karena itu dapat disimpulkan semakin banyak kebakaran hutan adalah dampak dari pemanasan global.

  1. Puncak Gunung Mengalami Pengikisan

Dipuncak gunung biasanya ditemui berbagai bongkahan es yang menjulang tinggi. Tanpa disadari sebagian orang ketinggian permukaan gunung tersebut semakin berkurang karena bongkahan es yang ada dipuncaknya meleleh sedikit demi sedikit dan dalam waktu yang lama akan nampak jelas penyusutannya. Contoh dari fenomena ini adalah pada gunung Aspen.

  1. Kecepatan Pada Satelit Meningkat

Komponen karbon dioksida yang berjumlah cukup besar diperkirakan tersebar dilapisan atmosfer hingga ruang angkasa. Hal ini membuat suhu di Bumi lebih cepat panas. Kadar karbon dioksida yang diproduksi oleh bumi sendiri terus meningkat, sehingga jumlahnya sangat banyak di luar angkasa.

Baca   15 Kerajinan Tanah Liat Dengan Beragam Variasi

Dengan jumlah karbon dioksida yang semakin banyak, maka dorongan yang dipancarkan oleh gravitasi semakin besar. Karena alasan tersebut maka wajar saja bila satelit jadi bergerak lebih cepat dari pertimbangan seharusnya.

  1. Gunung Es Mengalami Proses Pelelehan

Salah satu dampak dari pemanasan global adalah peningkatan suhu, maka dengan suhu yang panas gunung es juga akan mengalami proses meleleh. Tidak hanya sampai disana, permukaan bumi yang dilapisi oleh es juga akan meleleh sebagai salah satu ciri pemanasan global.

  1. Kondisi Kutub Menjadi Tidak Normal

Ciri pemanasan global lainnya yang bisa kita lihat adalah keadaan kutub yang menjadi tidak normal dalam beberapa dekade belakangan ini. Terbukti dari penemuan bahwa telah hilang setidaknya 125 danau di kutub utara. Adapun hal lain yang cukup dicermati adalah hilangnya beberapa sumber air yang diperkirakan karena adanya proses meleleh di dasar permukaan.

  1. Tanaman Dapat Tumbuh Di Kutub Utara

Tanaman yang tumbuh subur tentu harus disyukuri. Namun bila tanaman bisa hidup di area kutub utara dengan suhu sangat dingin dan tertutup es maka hal ini tentu karena adanya efek negatif dari pemanasan global. Hal ini sebagai penanda bahwa suhu atau temperatur di kutub telah meningkat, sehingga tanaman dapat berfotosintesis.

  1. Mahluk Hidup Mengalami Perubahan Habitat

Pada abad ke-19, agar dapat melihat spesies hewan tupai, tikus dan berang-berang manusia harus naik ke daerah dataran tinggi. Ilmuwan mengatakan bahwa perpindahan hewan-hewan untuk mencari suhu yang sesuai dengan alamianya adalah sebagai dampak pemanasan global.

  1. Alergi Pada Manusia Semakin Meningkat

Kita mungkin sering mengalami flu, bersin-bersin,ataupun gatal-gatal saat musim semi. Memang sebenarnya alergi bisa dari faktor keturunan ataupun alasan lain. Namun, dengan adanya pemanasan global, kondisi kesehatan manusia sendiri menurun, sehingga alergi dapat menyerang tubuh manusia.

Ditambah dengan polusi yang saat ini semakin bertambah, maka semakin banyak manusia yang terjangkit oleh penyakit alergi. Perlu untuk diperhatikan bahwa polusi seperti asap kendaraan juga dapat menyebabkan penyakit, apalagi hanya dengan perubahan suhu dari pemanasan global.

Penyebab Pemanasan Global

Gambar gas efek rumah kaca yang dihasilkan pabrik
Gambar gas efek rumah kaca yang dihasilkan pabrik

Pada saat artikel ini ditulis, setidaknya bumi telah mengalami pendinginan dan pemanasan yang cukup signifikan yang disebabkan oleh dampak pemanasan global. Sebagai informasi, salah satu negara dengan penyumbang gas rumah kaca terbanyak di Bumi adalah negara Amerika Serikat, sementara Indonesia sendiri berada pada posisi ke-3.

Kita sering melihat terjadinya kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia, termasuk pembakaran lahan gambut. Meskipun kebakaran hutan adalah kondisi alam, namun dengan jumlah karbondioksida yang dihasilkan, maka hal ini juga turut menyumbang gas efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Ketika konsentrasi gas karbondioksida tersebut semakin banyak terperangkap di atmosfer Bumi, maka atmosfer akan menjadi sebuah insulator panas. Insulator menyebabkan radiasi matahari tidak dapat keluar dari Bumi, sebalikanya malah memantulkan kembali ke permukaan. Karena alasan tersebut, wajar bila bumi mengalami peningkatan suhu.

Konsentrasi gas-gas rumah kaca diatmosfer disebabkan oleh tumbuhan dan hewan yang tidak mampu lagi untuk mengabsorbsinya. Menurut hipotesis, setidaknya suhu bumi telah mengalami peningkatan rata-rata 1 – 5 derajat Celcius akibat efek rumah kaca tersebut.

Para ahli memprediksikan bahwa pada tahun 2030, adanya kecenderungan suhu di Bumi akan mengalami kenaikan peningkatan suhu mencapai 1,5 hingga 4,5 derajat Celcius.

Bahaya Pemanasan Global

Gambar ilustrasi cuaca yang tidak menentu dan tanah yang gersang
Gambar ilustrasi cuaca yang tidak menentu dan tanah yang gersang

Para ilmuan telah membuat perkiraan-perkiraan mengenai dampak dari pemanasan global. Perkiraan tersebut didesain dengan system komputerisasi, pola presipitasi, dan sirkulasi.

Sistem tersebut memudahkan pengukuran dampak pemanasan global terhadap peristiwa alam seperti cuaca, tinggi permukaan air laut, dan kaitannya dengan manusia.

Berdasarkan perhitungan dan jejak sejarah, dalam 30 tahun terakhir pergeseran pergantian musim cenderung terjadi dalam interval yang singkat.

  • Perubahan Iklim Yang Tidak Menentu

Masa musim hujan pada daerah tropis menjadi lebih panjang. Pada daerah dingin temperature akibat pemanasan global akan meningkat disiang dan malam hari. Sekilas dampak pemanasan global tampak cukup sederhana dan tidak berbahaya.

Namun, dengan mudahnya air menguap dari lautan, maka hal ini akan membuat daerah yang hangat menjadi semakin lembab. Kelembaban yang tinggi tentunya akan mengakibatkan tingkat curah hujan yang tinggi.

Pola angin juga akan berubah tidak menentu, bisa jadi semakin kencang. Hal ini tentu menyebabkan air menjadi lebih cepat menguap dari tanah, dan badai akan lebih sering terjadi.

Pada beberapa daerah tertentu, dampak pemanasan global yang terjadi justru berbeda, dimana seiring meningkatnya suhu permukaan bumi, maka daerah tersebut akan mengalami penurunan suhu. Prediksi cuaca juga dikatakan menjadi lebih sulit pada 2-3 tahun kebelakang.

  • Tinggi Permukaan Laut

Saat ini banyak rumor atau hipotesis tentang tenggelamnya berbagai pulau didunia sebagai dampak pemanasan global. Namun, imajinasi atau rumor tersebut bisa menjadi kenyataan di masa depan.

Baca   10 Macam Pola Aliran Sungai Beserta Fungsi dan Keterangannya

Perlu diketahui, ketika atmosfer menghangat, bumi bagian utara akan lebih hangat dan memanas lebih dari daerah lainnya. Dalam hal ini tentunya permukaan laut juga akan menghangat. Hal ini juga akan berdampak pada melelehnya es di lingkaran kutub.

Melelehnya es di lingkaran kutub menyebabkan kenaikan tinggi permukaan laut. Menurut Lembaga Survey Antartika (BIA), tinggi permukaan laut akhir-akhir ini telah mengalami peningkatan hingga 10 – 25 cm selama abad ke-20. Diperkirakan pada abad ke – 21 peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm .

  • Produk Pertanian Menurun

Pada sektor pertanian, perubahan iklim dari dampak pemanasan global sangat mempengaruhi produktivitasnya. Pergeseran musim sangat berpengaruh terhadap waktu dan masa tanam serta masa panen. Bila petani tidak dapat memperkirakan perubahan cuaca yang kian drastis, maka kemungkinan besar para petani akan mengalami kerugian.

Dibeberapa bagian Bumi juga akan terjadi keganjilan yang tidak biasanya akibat dampak pemanasan global. Misalnya dibagian Kanada iklim atau temperatur menjadi lebih hangat dan lembab sehingga memungkinkan dilakukannya proses pertanian. Namun, dibagian Afrika justru terjadi kekeringan parah sehingga sulit untuk tumbuh tanaman disana.

  • Kesehatan manusia

Tanpa disadari berbagai penyakit telah meluas dan tersebar diberbagai Negara. Negara yang dulunya tidak dikenal penyakit tertentu kini telah terpapar berbagai penyakit. Dan hal ini terjadi sebagai dampak pemanasan global pada kesehatan manusia.

Bisa dilihat pada bebera waktu, terdapat berbagai macam penyakit yang sebelumnya tidak ditemukan didaerah tersebut telah meluas diberbagai daerah. Ini disebabkan karena daerah yang dulunya tidak ditemui penyakit ini iklimnya menjadi sesuai dengan berbagai jenis spesies pembawa penyakit seperti nyamuk dan lain-lain.

Contohnya adalah di Afrika dan di Ethiopia, dulunya disana tidak ditemukan nyamuk Anopheles penyebab penyakit Malaria yang selama ini dikenal hanya mampu berkembangbiak didaerah tropis. Nyamuk ini bisa berkembangbiak pada ketinggian 1000 m dengan suhu 16 derajat Celcius.

Di daerah lain perubahan suhu akibat dampak pemanasan global, yang menyebabkan curah hujan dan kelembaban dapat mempercepat produksi telur nyamuk sehingga penyebaran penyakit seperti Malaria dan Deman Berdarah Dengue (DBD) menjadi lebih cepat. dampak pemanasan global akan terus meningkat seiring dengan pemanasan global yang terus meningkat.

Cara Mencegah Pemanasan Global

Gambar menanam tumbuhan untuk mengurangi efek rumah kaca
Gambar menanam tumbuhan untuk mengurangi efek rumah kaca

Dalam mencegah semakin cepatnya dampak pemanasan global, pemerintah dari berbagai negara telah banyak berembuk untuk menentukan cara menanggulangi pemanasan global. Beberapa cara tersebut ditetapkan sebagai kebijakan di beberapa negara.

Pada dasarnya cara tersebut juga mempengaruhi gaya hidup manusia dalam kesehariannya antara lain:

Meminimalisir Penggunaan Bahan Bakar Dari Fosil

Bahan bakar fosil dari dulu telah dianggap sebagai salah satu penyebab pemanasan global. Hampir setiap mesin berat yang saat ini digunakan manusia, menggunakan bahan bakar bersumber dari fosil.

Sementara mesin-mesin tersebut membantu kerja dari manusia, gas yang diproduksi dari mesin memiliki kandungan gas karbon dioksida yang cukup besar. Diketahui karbon dioksida adalah satu komponen yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Untuk meminimalisir dampak pemanasan global, ada baiknya untuk mengurangi penggunaan mesin dengan bahan bakar fosil. Sebagai contoh, Anda tidak perlu menggunakan motor hanya untuk berjalan kaki 5 menit kesebuah toko untuk membeli barang. Dengan hal-hal sepele seperti ini, Anda telah berkontribusi untuk mengurangi pemanasan global.

Mengembangkan Dan Menggunakan Sumber Energi Alternatif

Penggunaan mesin di era teknologi tidak dapat di halau. Dengan mesin, kehidupan manusia menjadi nyaman, baik dari meningkatkan kualitas hidup, serta memudahkan pekerjaan berat yang membutuhkan banyak manusia. Namun demikian, penggunaan mesin sendiri akan mempercepat proses pemanasan global.

Solusi untuk terus dapat memakai mesin, namun tidak mempercepat proses pemanasan global adalah dengan mengembangkan dan menggunakan sumber energi alternatif. Saat ini pemerintah di berbagai negara sedang mengembangkan fasilitas untuk menghasilkan sumber daya ini. Biasanya jenis energi ini disebut sebagai sumber daya terbarukan.

Beberapa contoh sumber daya terbarukan adalah sinar matahari, angin, mineral mineral, maupun pengolahan sampah untuk dijadikan energi.

Mencegah Penebangan Hutan Secara Tidak Bertanggung Jawab

Penebangan hutan tentu menyebabkan kondisi hutan menjadi gersang. Tentu hal ini sangat berkaitan erat dengan dampaknya pada pemanasan global yang terjadi. Diketahui pohon atau tumbuhan memproduksi oksigen yang memiliki efek positif pada atmosfer. Lalu bagaimana jadinya kalau hutan ditebang secara tidak bertanggung jawab?

Sementara industri dan manusia secara garis besar memerlukan kayu dari tebangan pohon, namun hal ini tidak membenarkan manusia untuk menebang tanpa bertanggung jawab. Ketika menebang pohon, harus diperhatikan apakah kondisi hutan dapat menyebabkan longsor dan efek samping lainnya. Dan memikirkan bagaimana caranya untuk tetap menjaga kelestarian hutan dan meminimalisir dampak pemanasan global.

Baca   Pengaruh Letak Geografis Indonesia dari berbagai Aspek

Solusi yang paling tepat dari hal ini adalah melakukan penanaman kembali setelah menebang. Dengan cara sederhana seperti itu, maka kelestarian hutan akan tetap terjaga, dan pemanasan global dapat dicegah.

Menggalakkan Program Reboisasi

Seperti penjelasan pada poin sebelumnya, dimana kita menanam kembali pohon yang telah ditebang. Pada reboisasi ini kita juga menanam kembali hutan yang pohonnya telah ditebang. Namun program reboisasi ini biasanya dilakukan untuk hutan yang telah rusak dan menjadi gundul sebelumnya.

Perlu diketahui, program reboisasi tidak hanya dilakukan di hutan, namun juga dilakukan di kota-kota, dimana disetiap sisi jalan pemerintah selalu menanamkan pohon untuk melakukan penghijauan kembali kota yang panas.

Melakukan Pengehematan Terhadap Energi Listrik

Energi listrik pada dasarnya bukanlah energi yang menghasilkan gas efek rumah kaca yang menjadi sebab pemananasan globa. Lantas, mengapa kita harus menghemat listrik untuk mencegah pemanasan global? Jawabannya cukup mudah, yakni karena mesin yang digunakan untuk menghasilkan listrik itu sendiri yang menjadi masalah.

Kita mengetahui bahwa listrik yang kita pakai umumnya berasal dari pembangkit listrik. Semakin banyak pemakaian listrik, tentu pembangkit listrik harus bekerja ekstra, dan membutuhkan bahan bakar fosil. Karena hal tersebut, secara tidak langsung, penggunaan listrik juga menyebabkan pemanasan global dari segi keterkaitan.

Solusi yang bisa dilakukan selain menghemat listrik adalah mengembangkan mesin pembangkit listrik yang menggunakan SDA terbarukan. Dengan demikian, maka pemakaian listrik yang besar juga tidak berdampak bagi pemanasan global.

Memberlakukan Uji Emisi Pada Kendaraan

Pada poin sebelumnya telah dibahas, bahwa gas yang dihasilkan dari mesin dengan bahan bakar fosil berdampak negatif bagi lapisan atmosfer di bumi, yang menyebabkan pemanasan global menjadi parah. Namun demikian, manusia tentu tidak bisa lepas dari kenyamanan menggunakan kendaraan seperti mobil, motor, kereta, pesawat terbang.

Karena hal tersebut, langkah jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan uji emisi pada kendaraan. Dengan demikian, setidaknya jumlah gas yang dihasilkan oleh kendaraan yang diproduksi bisa lebih terkontrol.

Contoh negara yang telah memberlakukan kebijakan uji emisi adalah Indonesia. Kita sangat paham bahwa hampir semua orang saat ini telah memiliki kendaraan motor. Dengan kebijakan uji emisi ini, setidaknya pemerintah telah memberi andil dalam menanggulangi pemanasan global.

Mengembangkan Sistem Pertanian Dan Peternakan

Pupuk dan pestisida bukanlah merupakan hal baru dalam dunia pertanian dan peternakan. Namun demikian, efek yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida ini sangat jarang diketahui petani maupun peternak. Pada umumnya pupuk dan pestisida yang digunakan biasanya menggunakan bahan kimia, dengan budget yang lebih murah.

Sementara untuk sistem pertanian dan peternakan modern, para petani sudah menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan pupuk organik yang tidak berkualitas juga dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Sebagai contoh adalah pupuk dari kotoran ternak yang dihasilkan dari hewan ternak. Sebelum dijadikan pupuk, kotoran hewan harus telah matang terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kotoran hewan tersebut menghasilkan gas metana yang merupakan komponen dalam pemanasan global.

Solusi untuk mencegah hal tersebut adalah dengan memberikan workshop dan pelatihan kepada setiap petani dan peternak tentang pentingnya penggunaan pupuk ternak yang telah matang. Dengan dampak negatif yang diberikan, setidaknya petani dan peternak jadi memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan tempat mereka mencari makan.

Merancang Sistem Kota Berbasis Go-green

Sistem kota berbasis go-green ini merupakan salah satu konsep kota modern yang akhir-akhir ini sangat sering terdengar. Bagaimana caranya membuat kota yang dipenuhi teknologi dan mesin, bisa memadukan konsep ramah lingkungan.

Tentunya sistem kota berbasis go-green ini bukanlah mustahil untuk dilakukan. Beberapa atribut harus diperhatikan dalam merancang kota berbasis go-green. Mulai dari konsep, atribut, serta kebijakan pada kota tersebut harus disesuaikan dengan dasar ramah lingkungan, dan efisiensi pada energi.

Salah satu contoh kebijakan kota berbasis go-green adalah mengharuskan setiap kantor atau gedung menanam pohon didalamnya. Memciptakan peraturan agar setiap perusahaan dalam membangun gedung harus hemat energi dan lain-lain

Leave a Comment