Ciri-ciri Planet, Anggota Tata Surya dengan Keunikannya

Masih ingatkah Anda berapa jumlah planet dalam tata surya kita? Ada 8 planet ataukah 9 planet? Bagi Anda yang merupakan generasi zaman old, mungkin ada yang masih mengira bahwa tata surya memiliki 9 planet. Namun karena ada pengertian ciri-ciri planet yang baru, kini hanya ada 8 planet yang diakui.

Pengertian Planet dan Temuan Baru

Umumnya, dahulu pengertian planet disepakati sebagai benda langit yang bergerak mengelilingi atau mengorbit bintang dalam lintasan dan kecepatan tertentu, misalnya Bumi mengelilingi Matahari. Atas pengertian ini, maka 9 planet pun dikenal sebagai bagian dari anggota tata surya antara lain Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto.

Definisi Planet

Gambar ilustrasi sebuah planet yang mengitari matahari
Gambar ilustrasi sebuah planet yang mengitari matahari

Kembali ke tahun 2003 silam, sebuah obyek angkasa yang memiliki penampakan menyerupai Pluto, Sedna, ditemukan dalam tata surya. Obyek yang kemudian menjadi obyek terjauh dalam sistem ini terletak di sabuk Kuiper. Penemuan ini lantas memicu munculnya pertanyaan di kalangan ahli bahwa “Sudah tepatkah definisi atas planet yang selama ini digunakan?”

Dalam KBBI planet memiliki pengertian sebagai segala objek di langit yang tidak mengeluarkan panas maupun cahaya serta bergerak mengorbit mengitari matahari secara konsisten. Sementara masyarakat awam biasanya mengartikan planet sebagai anggota dari tata surya yang bergerak mengelilingi matahari.

Pada kalangan peneliti, definisi dari sebuah planet masih menjadi pertanyaan. Hal ini mengingat hasil pengamatan dari tahun ke tahun yang didukung oleh bermacam teori selalu mengalami perkembangan.

Pembaruan Definisi Planet

Pada tahun 2005 sempat terjadi perdebatan terkait definisi planet setelah penemuan obyek yang memiliki ukuran lebih besar dibanding Pluto dan berada di area sabuk Kuiper. Hal ini karena jika benda tersebut dijadikan sebagai planet kesepuluh, maka masih ada deretan benda yang berukuran serupa yang menunggu untuk disebut sebagai planet.

Tahun 2006, sidang umum Perhimpunan Astronomi Internasional (IAU) yang ke-26 yang digelar di Praha menetapkan resolusi baru terkait definisi planet. Resolusi tersebut membahas dimana sebuah benda langit disebut sebagai planet jika  memiliki orbit yang mengitari matahari (bintang).

Artinya planet harus memiliki massa yang cukup besar sehingga memiliki gaya gravitasi yang cukup untuk mempertahankan wujud bolanya dan sanggup menyingkirkan benda-benda kecil di area sekitar orbitnya .

Mengapa Pluto Dicoret dari Daftar Planet yang Diakui?

Pluto, yang sebelumnya dianggap sebagai planet kesembilan, dan obyek lain yang ditemukan belakangan tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkan obyek-obyek kecil yang menghalangi orbitnya. Maka dari itu, saat ini hanya ada 8 planet saja yang diakui dalam sistem tata surya kita.

Tak hanya mencoba untuk mendefinisikan ulang kata planet, resolusi IAU juga menjabarkan tentang 3 kategori utama yang menjadi anggota dalam sistem tata surya, diantaranya:

  • Planet yang meliputi Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus
  • Planet kerdil meliputi Pluto, Ceres, Haumea, Makemake, Eris serta berbagai obyek berbentuk bola, dan bukan satelit, yang masih belum membersihkan orbitnya

IAU kemudian menetapkan nama Plutoid pada tahun 2008 untuk menyebut obyek planet kerdil yang mengorbit matahari dari luar orbit Neptunus (obyek trans Neptunian). Plutoid ini memiliki karakteristik planet, hanya saja masih banyak benda-benda langit yang masih menghalangi orbitnya.

Ciri-Ciri Planet

Gambar Planet Di Galaksi Bima Sakti
Gambar Planet Di Galaksi Bima Sakti

Selain berdasar definisi yng ditetapkan oleh IAU di atas, ciri lain dari planet yaitu bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk elips (lonjong) yang disebut dengan orbit. Matahari, sebagai pusat tata surya berada di tengah-tengah orbit planet-planet tersebut.

Baca   15 Kerajinan Tangan dari Sedotan untuk Ide Prakarya

Selain itu, planet juga berbeda dengan bintang yang juga benda langit. Bila bintang bisa memancarkan cahaya, pada planet hal ini tidak dapat dilakukan. Mata manusia dapat melihat planet karena cahaya matahari yang dipantulkan oleh permukaan planet maupun atmosfernya.

Gerakan Planet

Sebagai anggota dari tata surya, planet bergerak mengitari bintang pusat (matahari ) secara penuh dan sekali putaran disebut dengan revolusi. Waktu yang digunakan sebuah planet untuk satu kali revolusi ini disebut dengan kala revolusi, atau 1 tahun planet.

Planet juga berputar pada porosnya masing masing, hal ini biasanya dikenal dengan sebutan rotasi. Proses rotasi planet ini yang akan mengakibatkan terjadinya siang dan malam serta perubahan cuaca. Dalam satu kali putaran, waktu yang digunakan disebut dengan kala rotasi.

Setiap planet berputar atau mengorbit matahari berdasarkan lintasan seperti bentuk elips yang dinamakan dengan lintasan orbit. Lintasan yang dipengaruhi oleh gravitasi matahari tersebut menjaga agar planet tidak saling bertubrukan. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila gravitasi tidak membatasi orbit planet.

Jenis Planet Berdasarkan Ciri-ciri Planet

Ilmuwan menggunakan beberapa kriteria untuk mengelompokkan planet antara lain berdasar komposisi dan ukuran. kriteria tersebut adalah dengan menjadikan bumi dan sabuk asteroid sebagai alat pengukurnya.

Berdasar komposisi dan ukuran, planet dikategorikan menjadi:

  • Planet daratan (Terrestrial): yaitu planet dengan komposisi mirip Bumi, memiliki gunung, lembah dan kawah seperti pada Merkurius, Venus da Mars.
  • Raksasa gas (Jovian): yaitu planet-planet yang memiliki komposisi dari material gas dengan ukuran yang jauh lebih besar dibanding Bumi antaa lain Jupiter dan Saturnus.
  • Raksasa es (Uranian): yaitu planet dengan komposisi es, batu dan gas sebagai penyusunnya. Planet Uranian ini antara lain Uranus dan Neptunus.
  • Berdasar bumi sebagai pembatas, planet kemudian dibedakan menjadi planet inferior dan planet superior.

Pengertian planet inferior adalah planet-planet yang orbitnya berada dekat dengan matahari dan lebih kecil dari orbit Bumi. Dengan demikian jelas bahwa anggota dari planet dalam ini adalah Merkurius dan Venus.

Dilain sisi, yang disebut sebagai Planet superior adalah setiap planet-planet yang jarak orbitnya berada di luar orbit Bumi dan memiliki diameter orbit yang lebih jauh diantaranya ada Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus

Menggunakan sabuk asteroid sebagai batas, maka planet-planet akan dibagi menjadi planet dalam (inner planet) dan planet luar (outer planet):

  • Planet dalam antara lain Merkurius, Venus, Bumi dan Mars, dengan ciri antara lain permukaan padat, tersusun atas logam dan batu serta tidak memiliki cincin.
  • Planet luar adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus dengan ciri terbentuk dari gas helium dan hidrogen, dengan banyak satelit serta cincin dan atmosfer yang tebal.

Ciri-ciri Planet Kerdil (Dwarf Planet)

Gambar Planet Kerdil Haumea
Gambar Planet Kerdil Haumea

Sebelum ditetapkannya resolusi IAU pada tahun 2006, segala objek yang sempat diusulkan sebagai planet pun dikelompokkan kembali menjadi kategori planet kerdil, yang memiliki perbedaan dari 8 planet sebelumnya. Hingga kini, tercatat baru ada 5 planet kerdil dalam tata surya yang telah diakui IAU diantaranya Pluto, Ceres, Haumea, Eris dan Makemake.

Masih ada sekitar 200 obyek lain di area sabuk Kuiper dimana 50 diantaranya berpotensi untuk diakui oleh IAU.
Apa yang membuat benda-benda mirip planet, yang juga mengorbit matahari, berbentuk bola dengan ukuran cukup besar serta tidak memancarkan cahaya ini dibedakan dari kedelapan planet konvensional?

Ternyata perbedaan terletak pada kemampuannya untuk menyingkirkan benda langit lain yang berada di sekitar orbitnya. Planet kerdil masih memiliki banyak sampah di orbitnya yang bisa bergeser.

Ciri-ciri 8 Planet dalam tatasurya

Gambar Delapan Planet Dalam Tatasurya Bimasakti
Gambar Delapan Planet Dalam Tatasurya Bimasakti

Mungkin ada diantara Anda yang penasaran dengan seperti apa penampakan alam dari planet-planet tersebut? Berikut ini gambaran singkat dari masing-masing planet

1. Ciri-ciri Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet yang paling kecil dalam sistem tata surya kita. Planet ini hanya berukuran sedikit lebih besar dari ukuran bulan milik Bumi. Mungkin Anda berpikir bahwa planet yang terdekat dari matahari ini pasti menjadi planet yang paling panas? Nyatanya tidak sepenuhnya benar sebab Venus yang merupakan tetangganya masih lebih panas.

Baca   Pemanasan Global Adalah..... Pengertian,Ciri, Dampak dan Cara Mencegahnya

Sama halnya dengan Venus, Bumi ataupun Mars, Merkurius merupakan salah satu planet yang memiliki karateristik batuan dengan permukaan padat tertutup kawah.

Karena posisinya yang sangat dekat dengan matahari, planet merkurius diketahui memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki bulan. Selain itu, satu hari di planet ini berlangsung lebih lama karena rotasinya yang pelan dibanding Bumi.

Untuk melakukan sekali rotasi, planet terdekat dari matahari tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 59 hari dari hitungan Bumi. Namun untuk berganti tahun, Merkurius justru lebih cepat sebab orbitnya yang lebih dekat ke matahari. Diketahui merkurius membutuhkan waktu selama 88 hari di Bumi untuk sekali berevolusi mengorbit matahari.

Bila hidup di merkurius, pergantian hari akan terasa sangat lambat sementara pergantian tahun sangat cepat. Jika di Bumi Anda melihat matahari terbit dan terbenam setiap hari. Di Merkurius , Anda hanya bisa melihat matahari terbit setiap 180 hari Bumi.

2. Ciri-ciri Planet Venus

Seperti yang disinggung sebelumnya, planet kedua terdekat dari matahari ini merupakan planet yang terpanas dengan atmosfer tebal yang dipenuhi oleh gas rumah kaca karbon dioksida serta awan asam sulfat yang pekat.

Konsentrasi gas ini kemudian menjebak panas serta membuat Venus selalu panas. Saking panasnya, logam seperti timah akan langsung meleleh jika diletakkan permukaan Venus.

Dari permukaannya, Venus sendiri nampak sebagai planet yang begitu aktif dengan banyaknya pegunungan dan gunung berapi.

Dengan ukuran yang sedikit lebih kecil dari Bumi, Venus memiliki keunikan dimana ia tidak berputar searah dengan Bumi dan planet lain pada umumnya. Planet ini berputar berlawanan arah.

Rotasi yang dilakukannya juga sangat lambat dimana untuk sekali berputar, ia membutuhkan waktu setidaknya 243 hari di Bumi. Dan karena lebih dekat dengan matahari, maka satu tahun Venus lebih cepat dibanding satu tahun Bumi.

Venus menggunakan 225 hari Bumi untuk mengelilingi matahari. Dan di sinilah 1 hari lebih lama daripada 1 tahun, dimana matahari terbit setiap 117 hari Bumi dari barat dan terbenam di timur. Merkurius dan Venus merupakan planet yang tidak mempunyai bulan.

3. Ciri-ciri Planet Bumi

Semoga Anda tidak asing dengan planet yang menjadi tempat tinggal manusia ini. Bumi merupakan salah satu dari kategori planet berbatu dan terestrial dengan permukaan keras dan cukup aktif yang terdiri atas gunung, lembah, dataran dan lain sebagainya.

Keistimewaan Bumi terletak pada lautannya dimana air menutupi hingga 70% permukaan bumi. Bumi juga memiliki atmosfer yang sebagian besar tersusun atas nitrogen dengan kadar oksigen yang tinggi untuk memungkinkan berbagai makhluk hidup melakukan metabolisme.

Atmosfer ini juga menjadi perisai dari hantaman meteoroid. Meskipun manusia tinggal di planet ini, namun nyatanya masih banyak hal yang belum diketahui dari Bumi. Saat ini misalnya, ada begitu satelit yang mengorbit di Bumi serta mengambil gambar juga melakukan berbagai pengukuran hanya untuk belajar lebih banyak terkait unsur geografis dan dampaknya di Bumi.

4. Ciri-ciri Planet Mars

Planet keempat adalah Mars yang memiliki penampilan gurun yang dingin. Planet yang berukuran setengah dari ukuran Bumi ini dikenal dengan sebutan Planet Merah karena warna merahnya yang khas. Warna ini dihasilkan dari besi berkarat pada tanahnya. Jadi jika Anda pernah melihat serpihan karat, mungkin Anda bisa membayangkan seperti apa penampakan permukaan Mars.

Sama halnya dengan Bumi, Mars juga mengalami pergantian musim, memiliki es di kutubnya, gunung-gunung berapi, ngarai serta cuaca. Mars hanya memiliki atmosfer tipis yang tersusun atas karbon dioksida, nitrogen dan argon.

Baca   15 Seni Kerajinan dari Kayu Unik Untuk Beragam Kegunaan

Selama pengamatan, ditemukan adanya tanda-tanda terjadinya banjir purba di perlukaan Mars. Namun kini, air di Mars hanya bisa ditemukan berupa lumpur atau kabut tipis. Di lain sisi, juga terdapat jejak air asin pada sejumlah lereng perbukitan di Mars. Ilmuwan pun berusaha membuktikan apakah Mars mungkin pernah dihuni makhluk hidup dan apakah planet ini bisa menunjang mendukung kehidupan untuk saat ini atau di masa mendatang.

5. Ciri-ciri Planet Jupiter

Planet ke lima adalah Jupiter yang juga menjadi planet yang memiliki ukuran paling besar dalam sistem tata surya kita. Planet ini terlihat seperti tertutup oleh garis-garis awan yang seakan berputar-putar. Gambar juga menunjukkan adanya bintik merah besar yang sebenarnya adalah sebuah badai raksasa yang sudah berlangsung hingga ratusan tahun lamanya.

Jupiter sendiri tergolong sebagai raksasa gas dan disebut tidak mempunyai permukaan yang padat. Namun ada kemungkinan bahwa planet ini memiliki inti seukuran Bumi yang solid (bukan gas). Sebenarnya, planet Jupiter ini juga mempunyai cincin seperti milik Saturnus. Hanya saja cincin ini terlalu tipis untuk dapat dilihat dengan jelas.

6. Ciri-ciri Planet Saturnus

Ya, planet berikutnya ini memang terkenal akan cincin indah yang mengelilinginya. Cincin besar ini sebenarnya tersusun atas beberapa lapisan cincin lebih kecil yang mengelilingi Saturnus. Cincin-cincin ini terdiri dari bongkahan-bongkahan es serta batu dengan ukuran yang sangat beragam dan tak terhitung. Sayangnya, apa yang diebut dengan permata tata surya ini diprediksi akan hilang.

Sama halnya dengan Jupiter, permukaan Saturnus juga tersusun atas hidrogen dan helium. Galileo Galilei yang melihat Saturnus dari teleskop tahun 1600-an silam sempat tidak yakin pada apa yang dilihatnya itu.

Awalnya sang penemu mengira melihat 3 planet, atau planet bertelinga. Huygens menggunakan teleskop yang lebih baik perbesarannya yang mengetahui bahwa itu adalah cincin Saturnus.

7. Ciri-ciri Planet Uranus

Planet biru ini tersusun atas air, metana dan cairan amonia di atas inti yang berbatu. Atmosfernya sendiri tersusun atas hidrogen dan helium seperti pada Jupiter dan Saturnus. Hanya saja ia juga memiliki metana yang membuatnya berwarna biru.

Planet ini sebenarnya juga memiliki cincin yang dari arah Bumi cincin ini terlihat seperti papan sasaran permainan dart. Cincin terdalam lebih sempit dan berwarna gelap, sementara lapisan cincin terluar lebih cemerlang dan lebih mudah dilihat. Yang membuat planet ini unik adalah sama dengan Venus, Uranus berputar secara berlawanan arah dari kebanyakan planet lain. Dan tidak seperti planet lainnya, Uranus berputar pada sisinya.

8. Ciri-ciri Planet Neptunus

Planet kedelapan adalah Neptunus dan merupakan planet yang sangat gelap, dingin dan juga berangin. Ini merupakan planet yang terakhir dalam sistem tata surya yang telah diperbarui pengertiannya. Diketahui pada Planet Uranus setidaknya ia memiliki jarak 30 kali lebih jauh dari jarak antara matahari dengan Bumi.

Neptunus memiliki karakteristik yang mirip dengan planet Uranus dimana permukannya tersusun atas cairan, amonia dan metana menyelimuti inti padat yang berukuran mirip Bumi. Sementara atmosfernya tersusun atas hidrogen, helium juga metana.

Metana pulalah yang membuat Neptunus memiliki warna biru yang sama dengan yang dimiliki Uranus. Planet ini sebenarnya memiliki 6 lapis cincin, namun sangat sulit untuk dilihat.

Demikianlah ulasan kami tentang ciri-ciri planet yang ada di tata surya bimasakti. Mengenal Bumi sebagai tempat tinggal pun manusia masih belum benar-benar selesai, belum lagi untuk menjelajah angkasa dan menemukan rahasia-rahasia yang berceceran. Karena alasan tersebut, sudah sewajarnya jika manusia merasa begitu kecil di mata Penciptanya.

Leave a Comment